28 Persen Kendaraan Keluar dari Jakarta, Kakorlantas: Arus Mudik Terkendali

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia Agus Suryonugroho meninjau langsung arus mudik dari Pos Terpadu KM 57 di wilayah Polda Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal.

Dari hasil pemantauan di lapangan, arus lalu lintas mudik masih terpantau terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya mendampingi Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri melakukan pengecekan kesiapan pengamanan di wilayah Jawa Tengah. Pada hari yang sama, Kapolri juga meninjau Pos Terpadu Kalikangkung di Jawa Tengah sekaligus melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan.

“Operasi Ketupat tahun ini dikendalikan langsung oleh Kapolri untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan arus mudik dan arus balik berjalan dengan baik,” ujar Agus disitat dari laman resmi Korlantas Polri, Selasa (17/3/2025).

Berdasarkan data sementara, pergerakan kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta menuju jalur Trans Jawa hingga arah Banten dan penyeberangan menuju Sumatera mulai mengalami peningkatan. Dari total proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan melintas, sebagian sudah mulai bergerak meninggalkan ibu kota.

“Dari proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan menuju ke Trans Jawa, Jawa Barat, Cikupa, Banten hingga Sumatra, sekitar 28 persen di antaranya telah sudah meninggalkan Jakarta. Oleh sebab itu, kami masih mengelola hampir kurang lebih 72 persen lagi,” ungkapnya.

Secara umum kondisi lalu lintas hingga saat ini masih terpantau cukup terkendali, meskipun volume kendaraan di beberapa ruas jalan mulai meningkat. Pemerintah menilai kebijakan Work From Anywhere serta penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan kendaraan angkutan barang turut membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat.

“Dengan adanya Work From Anywhere ini terurai keberangkatannya. Adanya kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk bisa mengelola flow daripada arus lalu lintas,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Kakorlantas mengingatkan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga perjalanan penuh makna bagi masyarakat. Karena itu, Korlantas bersama berbagai pemangku kepentingan berupaya memastikan seluruh rangkaian perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

“Operasi Ketupat ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya operasi yang mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara, Polri, stakeholder hadir untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan, Idulfitri dan Hari Raya Nyepi termasuk hiruk-pikuk di dalamnya itu harus aman. Aman di bidang Harkamtibmas dan aman di bidang Kamseltibcarlantas,” tuntasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke 6.745 Hari Ini (17/3), Cermati Saham BBCA, INDY & TINS
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
H-4 Lebaran, 169 Ribu Penumpang Padati Bandara Soekarno-Hatta
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Menko AHY: TOD jadi kunci kota modern dan hunian terjangkau
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Eksekusi Penaltinya Ditepis Kiper Dewa United dan Persija Gagal Kejar Persib, Maxwell Souza: Pelajaran untuk Perjalanan ke Depan
• 21 jam lalubola.com
thumb
Parlemen Myanmar Kembali Bersidang untuk Pertama Kalinya sejak Kudeta 2021, Didominasi Partai Pro-Militer
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.