Ekonom Prediksi BI-Rate Tetap 4,75 Persen di Tengah Tekanan Global

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah ekonom memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) akan tetap bertahan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia Maret 2026 yang hasilnya diumumkan Selasa siang ini. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan tekanan eksternal yang masih kuat menjadi faktor utama yang mendorong Bank Indonesia menahan suku bunga.

"Tekanan eksternal masih cukup kuat dan daya tarik aset rupiah perlu dipertahankan," kata David di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga
  • InJourney Hidupkan Kembali Grand Hotel De Djokja, Ikon Bersejarah Malioboro sejak 1911
  • Tinjau Sejumlah Pembangkit, Dirut PLN: Sistem Kelistrikan Nasional Andal Jelang Idulfitri
  • Lembah Anai Dibuka 24 Jam untuk Jalur Mudik Sumbar

Ia menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih sangat bergantung pada perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta prospek peringkat utang (sovereign rating) Indonesia ke depan.

Senada, Department Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menilai konflik geopolitik yang berkepanjangan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi global.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di sisi lain, pasar juga telah merevisi ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang kini diperkirakan hanya terjadi satu kali pada 2026, kemungkinan pada Desember.

"Jika pemangkasan suku bunga The Fed hanya terjadi sekali, maka kemungkinan BI juga hanya menurunkan suku bunga satu kali pada tahun ini," ujar Faisal.

Namun demikian, jika tensi geopolitik meningkat dan harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel, terdapat kemungkinan tidak ada pemangkasan suku bunga, bahkan kebijakan dapat beralih menjadi lebih ketat (hawkish).

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman memandang peluang penguatan rupiah tetap terbuka, meski dalam jangka pendek masih dibayangi tekanan eksternal.

Menurutnya, penguatan rupiah akan lebih solid jika stabilitas global membaik serta fundamental domestik, seperti fiskal, inflasi, dan kredibilitas kebijakan, tetap terjaga.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mencatat Indonesia mengalami arus keluar modal sebesar 0,63 miliar dolar AS dalam 30 hari terakhir hingga 12 Maret 2026, serta 0,75 miliar dolar AS sejak awal konflik AS-Iran.

 

 

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : ANTARA
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Titip Anabul di Pet Hotel Saat Mudik, Pemilik Bisa Pantau Lewat Video
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 17 Maret 2026: Aries Fokus Karier, Libra Hadapi Dilema Cinta
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Video:Pertamina Patra Niaga Jamin Stok BBM dan LPG Selama Idulfitri 2026
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Restrukturisasi BUMN Karya Masuk Tahap Final, Ini Langkah Selanjutnya
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ribuan Peserta Lulus Evaluasi Teori Sertifikasi Ahli K3 Umum Kemnaker untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
• 19 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.