JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Iran.
Ni’am menyarankan pemerintah tetap optimistis agar penyelenggaraan ibadah haji 2026 bisa terlaksana dengan lancar.
"Membangun optimisme dan mempersiapkan fasilitas negara secara baik dan optimal, baik layanan ibadah maupun layanan pendukungnya," kata Ni’am, dikutip Selasa (17/3/2026).
Ni’am mengingatkan agar rencana penundaan tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Menurutnya, energi pemerintah di tengah eskalasi di Timur Tengah dalam menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji perlu diarahkan untuk mengoptimalkan layanan.
"Energi perlu diarahkan untuk mengoptimalkan layanan," kata pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah itu.
Sebelumnya, pemerintah menyiapkan skenario penundaan keberangkatan jamaah haji 2026 jika konflik di kawasan Timur Tengah belum mereda. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya memprioritaskan keselamatan jamaah Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Kementerian Agama bersama Kementerian Haji dan Umrah tengah menyusun berbagai opsi pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penundaan keberangkatan apabila situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi membahayakan jamaah.
Pemerintah menegaskan keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak. Pembahasan masih berlangsung bersama DPR RI, sekaligus menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.



