Ramadan di Jayapura: Tingginya Toleransi dan Kebersamaan 

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Beberapa daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri saat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Salah satunya yakni Jayapura, yang terkenal dengan tingginya toleransi dan kebersamaan.

Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Farel (20), yang merupakan warga asli Jayapura. 

Dirinya menuturkan, menjalani ibadah puasa di Jayapura memiliki waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan wilayah lain, bahkan di beberapa Papua.

“Perbedaan yang pertama ya masalah waktu ya, karena memang kita di wilayah timur, paling timur Indonesia, yang buat kita waktu subuhnya juga cepat, waktu bukanya juga cepat,” kata Farel, saat dihubungi, Selasa (17/3/2026).

“Dan di sini fun fact-nya adalah walaupun kita semua di wilayah timur, tapi yang paling cepat buka puasa ya di Jayapura sekitar jam 17.56 WIT. Saya di Ternate, Manokwari, Sorong, Papua Barat Daya itu buka puasanya itu jam setengah 18.30 WIT,” jelasnya.

Kemudian, Farel mengatakan, suasana ramainya bulan ramadan di Jayapura tak jauh berbeda dengan Jakarta. 

“Kalau mau dibilang sama ramainya sih hampir mirip ya. Tetapi kalau di wilayah Jakarta kan memang wilayahnya luas ya. Tapi wilayahnya luas itu mencakup di beberapa wilayah kabupaten dan kecamatan. Nah, kalau di sini tuh cuma ada kota dan kabupaten, tetapi di sini tuh kebanyakan kampung,” terang Farel.

Bahkan, Farel mengatakan, di wilayah Jayapura sangat tinggi kebersamaan dan toleransinya. Termasuk soal makanan untuk berbuka puasa yang kebanyakan dijual oleh umat kristiani.

“Kalau di sini tuh lokasi jual takjil ada di daerah TNI Angkatan Laut di Hamadi, Waena, Kota Jayapura, Kotaraja, Abepura, bahkan di wilayah Sentani Kabupaten Jayapura juga ada. Di bagian Kota Sentani juga ada. Bahkan di sini tuh ada beberapa titik wilayah di Kota Jayapura ini yang jual takjil ini umat Kristiani,” ucap Farel.

“Kalau kami di sini kan agama mayoritas kan agama muslim di Papua. Namun kita tidak pernah terpecah belah. Jadi banyak sekali agama-agama yang masuk di Papua. Kita nih kalau dibilang, kita toleransinya itu sangat tinggi. Karena mau dibilang kita tuh sesama kayak saling merangkul, saling bersaudara,” terangnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hotel Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Promo Halalbihalal
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
DPR Kritik Lambannya Pengusutan Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Sirene Berbunyi! Rapat Parlemen Israel Dihujani Rudal Iran, Anggota Parlemen Panik
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kapal KM Citra terbakar di Selayar dua korban meninggal 
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Geledah Rumah Dinas Bupati Cilacap, KPK Sita HP Berisi Chat Pengumpulan Uang
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.