OPINI: Spirit Kemenangan Sejati

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Pada 20—21 Maret 2026, sekitar 2,15 miliar penduduk muslim dunia akan merayakan hari kemenangan sejati, Idulfitri. Bertepatan de­­­ngan 1 Syawal 1447 H seluruh kaum muslim seja­gad merayakan kemenangan setelah sebulan penuh ‘pe­­­rang’ melawan nafsu yang cen­­derung kepada keburukan (ammarah bissu’).

Perayaan kemenangan ter­­­sebut ditandai dengan kem­­­balinya kaum muslim ber­aktivitas sarapan pagi (idul: kembali, fitri: makan pagi), dan berbondong-bondong umat muslim menuju tempat ibadah untuk menunaikan ibadah salat Idulfitri, mengagungkan Sang Maha Pemelihara langit dan bumi (muhaimin).

Namun, perayaan Idulfitri tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Idulfitri kali ini diliputi rasa keprihatinan mendalam masyarakat dunia atas terkoyaknya rasa kemanusiaan, lantaran pongahnya para pemimpin dunia, lebih memilih jalan perang daripada jalan damai di meja perundingan.

Jatuhnya korban jiwa dan kesengsaraan hidup ribuan orang tak berdosa di kamp-kamp pengungsian tak terhindarkan. Kondisi ini akibat menguatnya eskalasi konflik bersenjata AS-Israel versus Iran. Dilaporkan akibat pe­­rang selama dua pekan, ter­­­da­pat lebih dari 3.000-an jiwa korban tewas.

Di Iran, 2.420 orang tewas (1.298 warga sipil dan 1.122 militer). Kemudian di Lebanon, 826 tewas (termasuk 106 anak-anak), Irak (32 tewas), Israel (15 tewas), AS (13 tentara tewas) dan UEA-Kuwait (12 militer tewas). Serta yang mengejutkan, data badan pengungsian dunia (UNHCR) mengonfirmasikan sudah tembus sebanyak 3 juta warga Iran mengungsi.

Saling membalas serangan me­matikan antara kedua belah pihak dengan menggunakan senjata rudal paling canggih memicu berkobarnya api amarah para pihak yang berkonflik. Pintu perundingan damai pun seolah tertutup rapat, dan terbukanya lebar-lebar pintu amarah perang yang saling menghancurkan.

Baca Juga

  • Simak! Jadwal Operasional Danamon (BDMN) selama Libur Nyepi dan Idulfitri 2026
  • Pertamina Pacu Produksi Kilang Jelang Idulfitri, Permintaan BBM Diproyeksi Naik 12%
  • TASPEN Tegaskan Komitmen Anti Gratifikasi Jelang Idulfitri 1447 H

Walhasil, perang Israel-AS melawan Iran diprakirakan berdurasi panjang, dan bakal menyeret sejumlah negara di kawasan Timur Tengah (Tim­teng), dan negara-negara sekutu masing-masing pihak di luar kawasan Timteng. Ne­­­gara-negara sekutu Iran di­­pastikan tidak tinggal diam, sebut saja Rusia, Cina, dan Korea Utara telah bersiap mem­bantu Iran perang melawan Israel-AS.

Sejatinya pangkal kekacauan (huru hara) global tersebut berada di sikap pongah dan tamak para pemimpin du­­­nia (Trump, Netanyahu, Xi Jinping dan Putin) terha­­dap penguasaan sumber daya alam, terutama energi (minyak) global. Selain itu, kepentingan lain yang sa­­ngat kompleks di kawasan ne­­­ga­­­ra-negara kaya minyak, Timteng.

GUNCANGAN EKONOMI

Manusia semestinya yang menguasai hawa nafsu, bu­­­kan sebaliknya hawa nafsu yang menguasai jiwa manusia. Api amarah peperangan yang dikobarkan Donald Trump (AS) dan Netanyahu (Israel) melawan Iran pasti didorong oleh hawa nafsu (keserakahan dan keangkuh­an), dan matinya nurani ke­­­dua pemimpin itu.

Sehingga pilihan solusi perang menimbullkan ke­­­seng­­­­­saraan bagi jutaaan umat ma­­nusia, dan kerusakan lingkungan yang sangat parah. Gembar-gembor ekonomi hi­­­jau (green economy) di dunia barat menjadi sia-sia be­­­laka lantaran perang tidak hanya membunuh manusia, melainkan memusnahkan pohon hingga satwa yang dilindungi.

Saling membalas serangan AS-Israel dan Iran tidak hanya menimbulkan krisis kemanusiaan an sich. Na­­­mun, krisis kemanusiaan yang makin parah lantaran ter­­­jatuh pada jurang kesengsaraan yang menyayat nurani manusia yang agak sehat jiwanya (nafsu lawwamah).

Sebab, rantai nilai pasokan energi dan pangan global men­jadi terganggu bahkan terhenti total. Sehingga ketersediaan pangan dan energi menjadi sangat terbatas, dan harganya melambung tinggi. Dilaporkan akibat perang AS-Israel melawan Iran selama 13 hari, harga minyak men­tah dunia (Brent dan WTI) menembus US$100 per-barel untuk kali pertamanya sejak 2022.

Padahal pada 27 Februari, sehari sebelum perang pecah, harga dua jenis minyak men­­­­tah tersebut berada di ki­­­sar­­­an US$70 per barel. Jika perang terus berkecamuk, dan eskalasi konfliknya se­­­makin meningkat, diprakira­kan harga minyak dunia ba­­kal tembus US$180 hingga US$200 per barel.

Lonjakan harga minyak ter­­­sebut tentunya menyulitkan posisi Indonesia sebagai negara net impor. Karena asum­si dasar ekonomi makro APBN 2026 dipatok sebesar US$70 per barel. Imbasnya, bakal terjadi lonjakan harga BBM, sehingga mengerek in­­flasi di tanah air.

Sebab, volume pasokan mi­­­nyak global semakin menipis, bahkan terhenti lantaran serangan kedua belah pihak sudah menyasar pada penghan­­­curan kilang minyak. Ser­­ta diperparah lagi, di pihak Iran, tampaknya akan segera me­­­realisasikan ancaman me­­­nutup lalu lintas maritim, dan distribusi energi global secara total di selat Hormuz.

Dampak perang tidak ha­­­nya berhenti di sektor energi, melainkan ada efek rambatan pada tiga sektor krusial, yakni produksi makanan ter­­­ancam lantaran Oman, Qa­­­tar, Arab Saudi dan UEA tercatat sebagai negara eksportir utama pupuk nitrogen. Pupuk jenis ini digunakan pada tanaman pangan yang me­­­nyumbang sekitar separuh pasokan dunia.

Imbas perang berikutnya ran­­­tai obat-obatan (farmasi) global terhambat, lantaran Dubai-UEA sebagai negara pemasok obat-obatan utama dunia menjadi sasaran se­­­rang­­­an Iran. Selain itu perang Is­­­rael-AS versus Iran berdampak pada gangguan distribusi pro­­­­duk unsur kimia (sulfur) dan bahan baku industri seperti alumunium yang diproduksi oleh Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait dan Iran.

Dengan demikian, sebagai spirit perayaan Idulfitri, para pemimpin dunia disarankan untuk menahan diri, dan membuka ruang transformasi nafsu, yakni dari nafsu yang cenderung kepada kejahatan perang (ammarah bissu’) menjadi nafsu yang menyadari atas semua kesalahan keputusan berperang (nafsu lawwamah). Bahkan bertranformasi menuju nafsu yang mengajak kepada kedamaian sejati, dan terbukanya jalan damai (nafsu muthmainnah).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan di Masjid di Jember: Tak Ada Korban Jiwa
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Breaking! Israel Klaim Bunuh Ali Larijani, Tokoh Kunci Kekuasaan Iran
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lakukan Program Bayi Tabung Tanpa Suami, Denise Chariesta Panen Kritikan
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Malaysia Putuskan Mundur dari Kesepakatan Dagang dengan AS, Bagaimana denagan Indonesia?
• 21 menit lalurealita.co
thumb
Militer Israel: Tidak Berniat Menggulingkan Pemerintah Iran, 80% Sistem Pertahanan Udara Telah Dihancurkan
• 4 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.