Warisan Yunani Kuno dan Tantangan Berpikir Kritis di Era Informasi

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kita sebagai manusia yang hidup di era digital saat ini sangat mudah untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber. Baik melalui media sosial maupun platform-platform digital lainnya. Namun, pernahkah kita terpikirkan siapa tokoh-tokoh yang pertama kali meletakkan dasar berpikir rasional dan kritis? Pada masa kapan gagasan tentang pentingnya mencari kebenaran mulai berkembang dalam sejarah pemikiran manusia?

Perlu diketahui bahwa pada zaman Yunani Kuno yang berlangsung dari abad ke 6 SM hingga awal abad pertengahan atau antara + 600 tahun SM hingga tahun 200 SM merupakan zaman dimana mitos-mitos yang berkembang dalam masyarakat digantikan dengan logos setelah mitos-mitos tersebut tidak dapat lagi menjawab dan memecahkan problema-problema kosmologis, pada tahap ini juga bangsa Yunani mulai memikirkan berbagai fenomena alam yang begitu beragam menggunakan penalaran atau logika.

Hal itu terbukti oleh salah satu filsuf dunia yang berasal dari Athena Yunani, ia bernama Socrates. Socrates lahir pada tahun 470 SM dan meninggal pada tahun 399 SM di Athena. Dalam pandangan Socrates soal kebenaran, ia percaya bahwa manusia harus menggunakan akal dan pikirannya dengan maksimal untuk mencapai sebuah kebenaran yang sejati, karena menurut pandangannya manusia bisa berbuat dosa karena manusia memilki pengetahuan yang kurang dan ketidaktahuan sehingga manusia itu bisa melakukan hal yang salah. Socrates juga mengembangkan metode dialog atau yang dikenal dengan “dialektika” kepada lawan bicaranya, sehingga murid-muridnya terlatih untuk menyampaikan dan menjelaskan ide-ide serta gagasannya. Hal ini dilakukan karena dengan berdialog dia bisa membuktikan bahwa kebenaran itu bersifat objektif.

Selain itu, ada lagi seorang filsuf ternama pada zaman Yunani Kuno, yaitu Aristoteles. Aristoteles lahir di sebuah kota kecil bernama Stagira pada tahun 384 SM dan meninggal pada tahun 322 SM. Aristoteles mengemukakan bahwa metode penemuan pengetahuan dan kebenaran baru terbagi menjadi dua, yaitu induktif dan deduktif. Metode induktif merupakan metode yang dilakukan dengan mengamati berbagai peristiwa atau contoh khusus, lalu menarik kesimpulan yang lebih umum melalui pengamatan tersebut. Sebaliknya, metode deduktif berangkat dari pernyataan yang bersifat umum, lalu dijelaskan pada kasus yang lebih khusus.

Dalam proses penalaran ini, Aristoteles juga mengenalkan cara menilai suatu argumen melalui analitika dan dialektika, yaitu dengan melihat apakah suatu pernyataan sudah diyakini kebenarannya atau masih perlu diperdebatkan dan hal tersebut biasanya ditindaklanjuti melalui diskusi atau debat untuk mencari kebenaran. Semua proses tersebut kemudian dirangkum dalam konsep silogisme, yaitu cara berpikir logis yang menghubungkan beberapa premis untuk menghasilkan kesimpulan yang masuk akal. Dalam hal ini, Aristoteles mengajarkan bahwa kesimpulan harus berasal dari premis yang benar dan proses penalaran yang valid.

Berbicara tentang mencari kebenaran dan berpikir logis, jika kita melihat kondisi saat ini, informasi dapat beredar dengan cepat dan dapat menyebar melalui platform yang beragam pula, bahkan tidak semua informasi benar atau sudah diverifikasi. Apakah kemudahan akses informasi justru membuat masyarakat semakin kritis, atau malah semakin mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar? Sebenarnya kemudahan akses informasi dapat membuat masyarakat lebih kritis karena memungkinkan seseorang membandingkan berbagai sumber. Namun, tanpa kemampuan literasi digital dan kebiasaan berpikir kritis, kemudahan tersebut justru dapat membuat masyarakat lebih mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak tidak akurat. Informasi palsu seringkali diproduksi dengan tujuan tertentu, baik untuk memengaruhi opini publik, menyebarluaskan propaganda, atau bahkan untuk kepentingan komersial.

Informasi palsu yang beredar tanpa dikritisi lebih lanjut berbahaya bukan hanya karena menyebarkan informasi yang tidak benar, tetapi juga karena dapat memengaruhi pandangan dan tindakan masyarakat.

Berikut upaya dalam menghindari penyebaran informasi palsu dan tips agar tidak menjadi korban berita palsu:

1. Pastikan Kredibilitas Sumber Informasi

2. Lakukan Pengecekan Kebenaran Informasi

3. Berhati-hati terhadap pesan berantai

4. Gunakan Penalaran yang Rasional

5. Perhatikan Waktu Publikasi dan Asal Informasi

6. Tingkatkan Literasi Digital dan Pemahaman tentang Berita Palsu

7. Menyebarkan Edukasi Tentang Bahaya Informasi Palsu

8. Melaporkan Informasi Palsu Kepada Pihak Terkait

Setelah membaca dan memehami bacaan di atas, mungkin kita mulai memahami bahwa ketika terjadinya perubahan zaman, maka ada pula jenis permasalahan baru yang muncul, dimana hal tersebut membuat kita harus waspada dan melakukan upaya untuk mencegah permasalahan tersebut yang mungkin belum pernah dijelaskan oleh para filsuf Yunani terdahulu.

Tetapi hal yang pasti adalah pemikiran-pemikiran filsuf terdahulu masih sangat perlu untuk kita terapkan dalam menerima informasi terutama dalam hal mencari kebenaran dan berpikir logis. Socrates yakin bahwa manusia harus menggunakan akal dan pikirannya untuk mencapai kebenaran. Pemikiran ini menjadi sangat relevan pada era digital saat ini, karena banyak orang menerima informasi dari media sosial tanpa mempertanyakan kebenarannya terlebih dahulu. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting di era informasi saat ini. Tanpa kemampuan tersebut, masyarakat akan mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu memiliki kebenaran yang jelas.

Pemikiran filsuf Yunani seperti Socrates dan Aristoteles menunjukkan bahwa kebiasaan mempertanyakan, menganalisis, dan menalar secara logis merupakan keterampilan yang tetap relevan hingga sekarang.

Dengan demikian, penting bagi kita untuk menyadari bahwa berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan di era informasi yang serba cepat ini. Oleh karena itu, mari lebih peduli dan selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi, baik di lingkungan keluarga, teman-teman, maupun masyarakat luas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Pastikan Pengobatan Aktivis Andrie Yunus Gratis
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
BeauPicks: Rekomendasi Hampers Lebaran untuk Keluarga Tersayang di Kampung Halaman
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
KPK Lelang Dua HP Hasil Sitaan Laku Rp59 Juta, Sebelumnya Batik Terjual Rp2,5 Juta
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak akan Naik, Klaim Ekonomi RI Masih Bagus
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
IHSG Diproyeksi Kembali Melemah, Investor Tunggu Hasil RDG BI Hari Ini
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.