Update Cuaca: Hujan Lebat dan Berawan Berpotensi di Sejumlah Wilayah

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Selasa, 17 Maret 2026.

Prakirawan BMKG, Adelia menyampaikan bahwa dinamika atmosfer yang terjadi saat ini memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.

"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat," kata Adelia dalam prakiraan cuaca secara virtual melalui kanal YouTube BMKG, Selasa, 17 Maret 2026.

Adelia mengungkapkan, untuk wilayah Indonesia bagian barat, beberapa daerah diprakirakan mengalami hujan disertai petir, antara lain Palembang, Pontianak, dan Banjarmasin. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Palangkaraya.

Selain itu, hujan ringan diprakirakan turun di sebagian besar wilayah Sumatera, Serang, Semarang, Surabaya, Tanjung Selor, dan Samarinda.

"Kemudian potensi berawan hingga berawan tebal di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Serta potensi udara kabur di Bandar Lampung," lanjutnya.

Sementara itu, untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Kupang, Mamuju, Kendari, Nabire, dan Merauke.

"Hujan ringan juga berpotensi di Denpasar, Mataram, sebagian besar Sulawesi, Ambon, dan sebagian besar Papua. Serta terdapat juga potensi berawan tebal di Ternate," jelasnya.

Secara meteorologis, kata Adelia, BMKG mendeteksi adanya sirkulasi siklonik yang diprakirakan berada di wilayah barat Kalimantan Barat, Samudra Hindia di barat daya Banten, serta di Laut Arafuru bagian selatan Papua Selatan.

"Sirkulasi siklonik ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Kalimantan Barat, di Laut Natuna, di Samudra Hindia barat daya Banten, di Papua Selatan, dan di perairan utara Australia," kata dia.

Selain itu, daerah konvergensi juga diprakirakan memanjang di sejumlah wilayah lain, mulai dari Sumatera Utara hingga Aceh, Selat Malaka, Jambi hingga Lampung, Bangka Belitung, pesisir utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur hingga Laut Timor, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan.

"Kemudian, Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur, Selat Makassar hingga Sulawesi Tengah, Laut Sulawesi hingga Sulawesi Tengah, Maluku Utara hingga Laut Seram, Maluku hingga Laut Arafuru, Papua Barat Daya hingga Papua Tengah, Papua Tengah hingga Papua Nugini, serta Papua Selatan," sambungnya.

Sementara itu, daerah konfluensi diprakirakan terbentuk di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timor, Laut Natuna, serta Laut Arafuru.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca terkini serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di wilayah masing-masing.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Defisit APBN Berpotensi Melebar, Kepala BGN: Anggaran MBG Belum Dipangkas
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Finalissima 2026 Spanyol vs Argentina Resmi Dibatalkan
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
World Premier, Vespa Primavera dan Sprint Pakai Mesin 180 cc
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Penumpang KA dari Jakarta Tembus 50 Ribu Orang per Hari, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 Maret
• 18 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.