Minta Restu Go Private, Indonet (EDGE) Gelar RUPSLB Usai Lebaran

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Indonet berencana menarik diri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan tertutup atau go private.

Minta Restu Go Private, Indonet (EDGE) Gelar RUPSLB Usai Lebaran (Foto: dok Feeepik)

IDXChannel - PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet berencana menarik diri dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan tertutup atau go private.

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) independen pada 22 April 2026.

Baca Juga:
Indonet (EDGE) Kembali Setor Modal Anak Usaha Rp283 Miliar untuk Bangun Data Center

Manajemen menjelaskan, agenda RUPSLB tersebut mencakup persetujuan atas rencana go private yang meliputi pembatalan pencatatan saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia, perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup, serta pemberian wewenang kepada direksi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam pelaksanaan rencana tersebut.

"Jika rencana go private disetujui, pemegang saham publik akan memperoleh kesempatan untuk menjual sahamnya melalui mekanisme penawaran tender sukarela yang akan dilakukan oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd (DE)," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:
Indonet (EDGE) Ajukan Go Private, Baru IPO 5 Tahun Lalu

Dalam skema tersebut, harga penawaran kepada pemegang saham publik akan ditetapkan lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata tertinggi perdagangan harian saham EDGE di BEI selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPSLB.

Manajemen menjelaskan, langkah delisting ini dilakukan seiring perubahan strategi bisnis dalam grup Digital Edge, di mana Perseroan kini menjadi bagian dari ekosistem perusahaan tersebut. Di mana kegiatan usaha Indonet akan lebih banyak ditopang oleh grup perusahaan.

Baca Juga:
Siap Go Private, Indonet (EDGE) Ternyata Dikendalikan Miliarder Australia

Dengan demikian, perseroan menilai tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal maupun rencana penggalangan dana melalui bursa dalam waktu dekat.

Selain itu, status sebagai perusahaan tertutup akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi manajemen dalam menjalankan strategi bisnis.

Perseroan juga ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham di pasar publik.

Sebagai informasi, Indonet melantai di Bursa pada 8 Februari 2021. Harga saham EDGE saat ini berada di level Rp4.790, di bawah harga IPO yang sebesar Rp7.375. Jumlah pemegang saham publik tercatat sebanyak 1.695 orang dengan free float 7,9 persen.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Lebaran pada 19 Maret 2026
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Mendagri dan Gus Ipul Salurkan Bansos Tahap II Rp136,9 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera
• 16 menit laludisway.id
thumb
Di Jepang, Bahlil Pamer Batu Bara RI Laku Keras Diincar Dunia
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen PDB
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File APK Jelang Periode Libur Lebaran
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.