Trump Kecewa, Sekutu Amerika Serikat Tak Mau Bantu Soal Konflik Iran di Selat Hormuz

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kecewa terhadap sejumlah sekutunya yang menolak mengirim kapal perang guna mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Strait of Hormuz. Hal ini menyusul gangguan dalam jalur pelayaran tersebut akibat perangnya dengan Iran.

Trump mengatakan sejumlah negara sebenarnya telah menyatakan kesiapan membantu, namun ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap beberapa sekutu lama karena menunjukkan sikap kurang antusias meskipun selama ini mendapat dukungan keamanan dari Washington.

Baca Juga: Jerman Tolak Permintaan Trump: Katanya Amerika Serikat Tak Perlu Bantuan Lawan Iran...

“Beberapa sangat antusias, tetapi beberapa lainnya tidak,” ujar Trump, dikutip dari Reuters.

“Ada negara yang telah kami bantu selama bertahun-tahun, bahkan kami melindungi mereka dari ancaman luar, tetapi mereka tidak terlalu bersemangat. Tingkat antusiasme itu penting bagi saya," tambahnya.

Diketahui, Jerman, Spanyol, dan Italia menyatakan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengirim kapal militer ke Selat Hormuz. Negara-negara tersebut menilai konflik yang sedang berlangsung tidak secara langsung melibatkan mereka.

Juru Bicara Pemerintah Jerman, Stefan Kornelius menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki konflik serius dengan Iran. Pihaknya juga tidak memiliki rencana untuk terlibat dalam konflik dari negara tersebut dengan Amerika Serikat.

Kornelius juga mengungkit bagaimana prosesi perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat. Ia mengatakan kedua negara tidak melakukan konsultasi sebelum dimulainya operasi militer terhadap Iran.

Jerman juga memberikan sindiran pedas untuk Trump. Ia mengungkit bagaimana sebelumnya sang presiden mengatakan tidak membutuhkan bantuan dalam perangnya terhadap Iran.

Sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas mengatakan pihaknya telah memang membahas kemungkinan memperkuat operasi angkatan laut dalam kawasan terkait, tetapi belum ada kesepakatan untuk mengubah mandat misi yang ada dalam Naval Force Aspides.

Ketegangan Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian global karena jalur tersebut merupakan salah satu titik penting perdagangan energi dunia. Hal ini menyusul gejolak ekonomi akibat hal tersebut.

Diketahui, sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati perairan sempit ini. Namun konflik yang sedang berlangsung membuat jalur tersebut sebagian besar tertutup setelah serangan drone dan ranjau laut menghambat pelayaran tanker.

Baca Juga: Tolak Permintaan Amerika Serikat, Uni Eropa Tak Akan Perluas Misi Angkatan Lautnya ke Iran

Konflik tersebut juga menimbulkan dampak ekonomi bagi sekutu Amerika Serikat. Beberapa negara menyatakan mereka tidak dilibatkan dalam keputusan awal untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ericsson luncurkan software AI dorong perluasan 5G di Indonesia 
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
H-6 Lebaran, Penumpang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Naik 12,8 Persen
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SPPG Ekasapta Flores Timur Bantah Isu Limbah IPAL Meluber
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
Krisis Ojol Harus Jadi Momentum Percepatan Pengesahan RUU Pekerja GIG
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
BPS: 25 Provinsi Alami Kenaikan Harga
• 20 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.