Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) atau Bank BJB menilai pertumbuhan kinerja pada 2025 menjadi indikasi positif perbaikan raihan laba pada 2026.
Bank BJB membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi senilai Rp1,58 triliun pada 2025. Raihan tersebut meningkat 8,86% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp1,455 triliun.
"Momentum perbaikan kinerja kuartal IV yang juga berlanjut pada awal 2026 menjadi indikasi positif bagi pemulihan pertumbuhan laba ke depan," kata Herfinia, Corporate Secretary BJBR, dalam siaran pers, Senin (16/3/2026).
Kinerja keuangan Bank BJB sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan.
Stabilitas sistem keuangan domestik relatif terjaga dan tetap kondusif bagi sektor perbankan, didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, termasuk penurunan BI Rate yang mulai membuka ruang bagi pemulihan intermediasi perbankan.
Herfinia menjelaskan, BJBR terus mempercepat transformasi digital melalui pengembangan platform KGB Pisan. Sejak memperoleh izin pengembangan layanan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada November 2025, platform ini mendukung pengajuan kredit baru secara end-to-end digital bagi nasabah payroll bank bjb.
Baca Juga
- RUPST Bank BJB Syariah Angkat Komisaris dan Direktur Baru, Ini Daftarnya
- Bjb Siap Optimalkan Layanan
- Bank BJB (BJBR) Cetak Laba Rp1,58 Triliun sepanjang 2025, Naik 8,86% YoY
"Proses kredit yang sepenuhnya digital turut meningkatkan produktivitas dan skalabilitas bisnis konsumer," katanya.
Selain itu, bank bjb juga melakukan ekspansi secara terukur pada segmen korporasi dan komersial yang difokuskan pada proyek berbasis ekosistem daerah sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
BJBR juga terus memperkuat sinergi bisnis dalam Kelompok Usaha Bank (KUB), dengan kinerja anak perusahaan memberikan kontribusi aset sebesar Rp42,8 triliun atau sekitar 18% dari total aset konsolidasi Grup bjb.
Ke depan, bank bjb akan terus memperkuat sinergi bisnis dan efisiensi operasional melalui skema sharing fee serta kolaborasi produk guna meningkatkan profitabilitas dan daya saing grup secara berkelanjutan.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, raihan laba BJBR didorong oleh pendapatan bunga yang tumbuh 7,69% YoY menjadi Rp17,09 triliun hingga akhir 2025. Pada saat yang sama, beban bunga perseroan juga meningkat 3,64% YoY menjadi Rp9,58 triliun.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih perseroan meningkat 13,33% YoY dari 2024 yang sebesar Rp6,62 triliun menjadi Rp7,51 triliun pada 2025.
Raihan laba pada 2025 turut ditopang oleh pendapatan lainnya dan pendapatan komisi. Perseroan mencatat, pendapatan lainnya mencapai Rp320,30 miliar atau tumbuh 35,57% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp236,26 miliar.
Kemudian, pendapatan komisi perseroan mencapai Rp1,81 triliun, meningkat 11,87% YoY dari raihan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,62 triliun.
Laba operasional Bank BJB tercatat tumbuh 11,72% YoY menjadi Rp1,98 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,77 triliun. Pada saat yang sama, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebelum pajak sebesar Rp1,95 triliun, naik 9,82% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp1,78 triliun.
Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit perseroan tercatat mencapai Rp140,71 triliun hingga akhir 2025. Pada saat yang sama, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan mencapai sebesar Rp152,89 triliun pada 2025.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) naik dari 19,70% pada 2024 menjadi 21,20% pada 2025. Untuk kualitas kredit, perseroan mencatat NPL gross berada di posisi 2,91% dari sebelumnya 2,22% dan NPL net di level 1,29% dari tahun lalu 1,00%.
Adapun, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) naik tipis dari 3,83% pada 2024 menjadi 3,84% pada 2025. Biaya operasional terhadap pendapatan operasional juga naik dari 90,20% menjadi 92,18% hingga akhir 2025.




