Respon Kremlin Terkait Kabar Pimpinan Iran Mojtaba Khamenei dirawat dan Operasi di Moskow

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Rusia, VIVA –Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Senin menolak memberikan komentar terkait laporan media yang menyebutkan pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, tiba di Moskow untuk menjalani perawatan.

“Kami sama sekali tidak mengomentari laporan seperti itu,” ujar Peskov dalam konferensi pers di Moskow, demikian seperti melansir dari laman Anadolu, Selasa 17 Maret 2026.

Baca Juga :
Mojtaba Khamenei Diam-diam Jalani Operasi di Moskow, Bagaimana Kondisi Terkininya?
Trump Ngambek China Tak Mau Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Seperti diketahui sebelumnya surat kabar Kuwait, Al Jarida melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei terluka akibat serangan lain yang dilancarkan AS dan Israel. Akibat serangan tersebut, Mojtaba dibawa ke Moskow untuk menjalani perawatan medis.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa otoritas intelijen Iran memilih memindahkannya ke Rusia karena khawatir fasilitas medis di dalam negeri bisa menjadi sasaran serangan, mengingat Israel masih terus melakukan serangan udara yang menargetkan pemimpin tertinggi Iran.

Menyusul kabar tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran membenarkan bahwa pemimpin baru itu memang mengalami luka dalam serangan tersebut dan saat ini kondisinya disebut baik. Namun, pihak kementerian tidak mengungkapkan lokasi keberadaan Mojtaba saat ini.

Dalam konferensi pers tersebut, Peskov menolak menanggapi pernyataan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang menuduh Moskow memasok drone ke Teheran. Ia justru balik menyerang Zelenskyy dengan pertanyaan tersebut.

“Silakan tanyakan kepada kepala rezim Kyiv dari mana ia mendapatkan informasi seperti itu. Kami tidak mengomentari pernyataan semacam itu,” kata Peskov.

Ketika ditanya mengenai kelanjutan perundingan untuk mengakhiri konflik di Ukraina, Peskov menyatakan bahwa Rusia tetap terbuka untuk melanjutkan proses perdamaian dan saat ini menunggu putaran negosiasi berikutnya.

Ia menambahkan bahwa tempat dan waktu pertemuan selanjutnya masih belum disepakati.

Peskov juga menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan bahwa Ukraina menjadi hambatan utama dalam proses perdamaian.

“Dia (Trump) sangat mendorong Zelenskyy untuk mencapai kesepakatan. Dari pernyataan itu terlihat bahwa pihak Ukraina yang menjadi penghambat utama dalam proses negosiasi,” ujar Peskov.

Sepanjang 2026, Rusia dan Ukraina telah beberapa kali menggelar perundingan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Namun, proses tersebut sempat terhenti setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca Juga :
Serangan Drone Hantam Pusat Industri Minyak UEA, Picu Kebakaran Dahsyat
Konflik Iran bikin Perusahaan Minyak AS Cuan Besar
Didesak Trump Segera Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Begini Respons China

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya sebut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie KontraS Sengaja Sebar Foto Hasil AI, DPR Pun Ikut Terkecoh
• 30 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Andi Jusman Ajak Masyarakat Sinjai Refleksi dan Perkuat Pengabdian di Akhir Ramadan
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Taman Margasatwa Ragunan Akan Buka H+1 Libur Lebaran Pukul 06.00-16.00
• 23 jam laludetik.com
thumb
Dishub DKI Siagakan 2.500 Personel di Terminal Kampung Rambutan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
25 Kg Kokain yang Terdampar di Pantai Selayar Diduga dari Filipina
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.