Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung, Senin (16/3). Irjen Agus mengatakan rekayasa lalin mudik tahun ini berbasis data mengandalkan teknologi digital.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengelolaan arus lalu lintas di salah satu simpul penting jalur Trans Jawa berjalan optimal, terutama menjelang meningkatnya pergerakan kendaraan pemudik.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus menyampaikan Operasi Ketupat bukan hanya operasi pengamanan lalu lintas, tetapi operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai stakeholder negara untuk menjamin keamanan masyarakat selama momentum mudik Lebaran.
"Operasi Ketupat bukan hanya di bidang lalu lintas. Memang kita mengawal arus mudik dan arus balik, tetapi seluruh stakeholder negara hadir untuk menjamin keamanan, baik pada momentum sosial maupun spiritual masyarakat," ujar Irjen Agus dalam paparannya di Pos Terpadu GT Kalikangkung.
Ia menjelaskan pengamanan dalam Operasi Ketupat mencakup dua aspek utama, yakni pengamanan di lapangan serta kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Irjen Agus memaparkan bahwa terdapat lima klaster pengamanan utama selama Operasi Ketupat. Klaster tersebut meliputi jalur tol beserta dinamikanya, jalan arteri nasional dan jalur alternatif, simpul transportasi seperti pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal, tempat ibadah termasuk lokasi salat Id dan takbiran, serta kawasan wisata.
Menurut Irjen Agus, kunjungan ke GT Kalikangkung bertujuan meninjau langsung kesiapan pengamanan arus mudik di salah satu titik krusial jalur Trans Jawa. Selain itu, pengecekan juga dilakukan untuk memastikan seluruh sistem pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
(hri/isa)





