Dumai: Dua bencana alam dengan karakteristik berbeda menghantam dua wilayah di Indonesia dalam waktu yang berdekatan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengepung Kota Dumai, Riau, sementara pusaran angin puting beliung mengamuk di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai
Di wilayah Riau, amukan si jago merah telah melahap sedikitnya 40 hektare hamparan lahan di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Kondisi area yang didominasi material gambut dan semak belukar kering membuat titik api dengan cepat menjalar dan sulit dijinakkan.
Asap pekat hasil pembakaran lahan tersebut kini membumbung tinggi dan mulai menyelimuti langit di sekitar lokasi kejadian. Tim pemadam gabungan di lapangan terpaksa harus bersiaga penuh hingga perayaan Lebaran tiba demi memutus rantai penyebaran api yang sudah menyala selama beberapa hari.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Cimahi, Sejumlah Pohon Tumbang
Puting Beliung di Sidoarjo rusak rumah warga
Sementara itu, fenomena cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang permukiman padat di Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Bencana hidrometeorologi ini datang menyapu daratan secara tiba-tiba bersamaan dengan turunnya hujan berintensitas lebat di kawasan tersebut.
Sapuan pusaran angin yang berlangsung selama sekitar 10 menit itu dilaporkan telah memporak-porandakan bagian atap dari sedikitnya 32 rumah warga. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi kejadian, angin berhembus sangat kencang dan langsung menghempaskan material bangunan ke udara.
Beruntung, insiden menegangkan ini dipastikan tidak sampai menelan korban jiwa dari pihak penduduk setempat. Namun, sejumlah warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural cukup parah terpaksa mengungsi sementara waktu ke kediaman kerabat yang lebih aman.
(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)




