- Amerika Serikat dan Israel terus berupaya melemahkan pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei melalui taktik baru.
- Media AS dan Israel menyebarkan laporan intelijen mengenai kehidupan pribadi Khamenei yang disebut menyukai sesama jenis.
- Khamenei bersumpah akan membalas dendam terhadap AS dan Israel atas kematian istrinya dalam serangan baru-baru ini.
Suara.com - Pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei terus digoyang dan dilemahkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Tak kunjung menyerah meski diserang rudal-rudal Israel dan AS membuat intelijen Negeri Paman Sam gunakan taktik baru untuk melemahkan Mojtaba Khamenei.
Terbaru, sejumlah laporan media AS dan Israel memunculkan kabar soal kehidupan pribadi Mojtaba Khamenei.
NY Post dalam laporan terbarunya menyebut bahwa Mojtaba Khamenei berdasarkan laporan intelijen AS sebagai penyuka sesama jenis.
Laporan ini kemudian ditulis ulang sejumlah media Israel seperti Channel 14.
"Mojtaba Khamenei, kemungkinan memiliki orientasi seksual terhadap sesama jenis. Informasi tersebut disampaikan oleh badan intelijen AS dalam laporan rahasia kepada Gedung Putih," tulis laporan NY Post.
Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya merilis pernyataan pertama setelah beredar kabar dirinya koma dan mengalami amputasi kaki akibat serangan udara AS–Israel. [Tangkap layar X]"Menurut sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, Trump bahkan sempat tertawa ketika mendengar laporan tersebut. Beberapa pejabat lain di ruangan yang sama juga disebut ikut bereaksi dengan tawa karena terkejut dengan isi laporan intelijen tersebut,"
Laporan tersebut sebenarnya terbantahkan dengan fakta bahwa Mojtaba Khamenei memiliki seorang istri, Haddad-Adel, putri dari mantan Ketua Parlemen Iran, Gholam-Ali Haddad-Adel.
Mojtaba Khamenei menikahi Haddad-Adel pada 1999 dan pasangan ini telah dikarunia anak.
Baca Juga: Through the Olive Trees: Karya Agung Sinema Iran yang Puitis dan Modern
Berdasarkan laporan terbaru, Haddad-Adel meninggal dunia dalam serangan AS-Israel ke Iran baru-baru ini.
Wafatnya sang istri membuat Mojtaba Khamenei dalam pidatonya pada Kamis 12 Maret lalu tegas menyebut bahwa AS-Israel akan merasakan pembalasan dari Iran.
“Saya pastikan kita tidak akan menahan diri untuk membalas darah para syuhada,” kata Khamenei seperti dilansir Aljazeera.
“Balasan kami tidak hanya atas gugurnya pemimpin revolusi, tetapi setiap warga yang terbunuh akan menjadi bagian dari berkas pembalasan.”
Khamenei juga menyinggung serangan yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, serta anggota keluarganya dalam serangan udara di awal perang.
Mojtaba menegaskan Iran akan menuntut ganti rugi dari Amerika Serikat dan Israel.




