Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Serangan udara Israel di kamp Nuseirat Gaza menewaskan 13 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita hamil.
  • Sembilan petugas polisi Gaza tewas akibat serangan rudal terpisah saat mereka bertugas mengamankan pasar Ramadan.
  • Israel mengumumkan pembukaan terbatas penyeberangan Rafah untuk penumpang dengan izin keamanan, bukan bantuan logistik.

Suara.com - Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina, termasuk dua anak-anak, seorang wanita hamil, serta sembilan anggota polisi.

Serangan terbaru terjadi di kamp pengungsi Nuseirat, wilayah Gaza tengah, saat konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun belum menunjukkan tanda berakhir.

Dilansir dari Aljazeera, menurut pihak rumah sakit Al-Aqsa, rudal menghantam sebuah rumah yang dihuni satu keluarga, menewaskan pasangan suami istri berusia sekitar 30 tahun dan anak mereka yang berusia 10 tahun.

Seorang tetangga berusia 15 tahun juga meninggal, sementara wanita yang tewas dilaporkan sedang mengandung anak kembar.

“Saat itu kami sedang tidur, tiba-tiba terdengar ledakan keras tanpa peringatan,” kata seorang warga setempat yang rumahnya berada di dekat lokasi serangan.

Selain itu, serangan lain menghantam kendaraan polisi di koridor Philadelphi dekat az-Zawayda dan menewaskan sembilan petugas, termasuk seorang perwira senior.

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengecam serangan tersebut dan menyatakan para polisi sedang menjalankan tugas menjaga keamanan pasar selama bulan Ramadan.

Hingga kini belum ada komentar resmi dari militer Israel terkait dua serangan yang menyebabkan korban jiwa tersebut.

Di tengah situasi yang memburuk, Israel mengumumkan perlintasan Rafah di perbatasan Mesir akan dibuka kembali secara terbatas mulai Rabu.

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa Ditutup 16 Hari Oleh Israel, Larangan Tarawih Pertama Sejak 1967 Guncang Yerusalem

Namun pembukaan hanya untuk pergerakan penumpang dengan izin keamanan ketat, tanpa pengiriman bantuan barang.

Data otoritas kesehatan Gaza menyebut lebih dari 20.000 pasien masih menunggu evakuasi medis, termasuk ribuan anak-anak dan pasien kanker yang tidak dapat ditangani di dalam wilayah tersebut.

Hampir setengah stok obat penting dilaporkan habis, sementara sebagian besar peralatan medis sudah tidak tersedia.

Krisis kemanusiaan semakin parah setelah badai pasir melanda Gaza dan merusak ribuan tenda pengungsi.

Kondisi ini memperburuk kehidupan warga yang sudah bertahan dalam blokade dan serangan berkepanjangan sejak perang kembali memanas di kawasan Timur Tengah.

Kontributor: Adam Ali


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Bukti Transfer Pemerasan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda NTT 
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Tinjau Kesiapan Arus Mudik di GT Kalikangkung Kapolri Tekankan Mudik Aman dan Lancar
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Kondisi Terkini Andrie Yunus usai Disiram Air Keras, Komnas HAM Singgung Soal CCTV
• 13 jam laludisway.id
thumb
Kapolri Tinjau Stasiun Surabaya Gubeng
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Busana Terbaik di Academy Awards 2026
• 14 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.