Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap netral; tidak bergabung dengan aliansi militer mana pun. Hal ini sesuai dan konsisten dengan prinsip Undang-Undang Dasar 1945, yakni politik bebas aktifnya.
"Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," kata Prabowo, lewat keterangannya, Minggu (15/3).
"Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun," sambung Prabowo.
Ia menambahkan, Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga dan memiliki postur militer yang bersifat defensif.
Terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS), Prabowo kembali menjelaskan bahwa tujuan Indonesia adalah kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).
"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," jelas Prabowo.
Namun rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda. Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Untuk penyelesaian konflik AS-Iran, Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator. Konflik ini telah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia.
Menurut Prabowo, semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri konflik. "Saran saya selalu mencari opsi damai," tutupnya.





