KUPANG, DISWAY.ID – Ramadan kali ini terasa berbeda bagi Anisa Saharia (16), setelah tahun sebelumnya dijalani di rumah kontrakan sederhana di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Kini, untuk pertama kalinya Anisa menjalani ibadah puasa di Sekolah Rakyat.
BACA JUGA:Tinjau Stasiun Gambir Jelang Mudik, Menteri PPPA Arifah Soroti Ruang Laktasi dan Area Bermain Anak
BACA JUGA:Investasi Imbal Hasil Kompetitif, bank bjb Tawarkan SBN Ritel SR024
Anisa adalah satu-satunya siswa muslim di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang.
Menjadi satu-satunya bukan berarti tersisihkan, siswa justru menunjukan sikap toleransi dan peduli. Hal tersebut tampak dari inisiatif beberapa siswa non-muslim yang bangun lebih awal untuk membangunkan Anisa dan membersamainya saat makan sahur.
“Anisa bangun, sudah waktunya sahur,” begitulah Anisa menirukan suara teman-teman yang membangunkannya saat sahur.
BACA JUGA:Wamenhub Pantau Langsung Jalur Penyeberangan Bali-Jawa, H-6 Jumlah Penumpang Mencapai 80 Ribu Lebih
BACA JUGA:Amankan Mudik Lebaran 2026, Ratusan Personel Gabungan Amankan Terminal Terpadu Pulo Gebang
Anisa bercerita selama Ramadan biasa bangun jam 03.00 hingga 03.30 Wita untuk sahur. Makanan untuk sahur biasanya telah tersedia di ruang makan atau juga dibawakan ke asrama.
“Kalau sahur, kadang terlambat dibangunkan teman-teman. Terus kadang juga ditemani makan sahur oleh teman-teman. Setelah itu saya solat subuh,” kata Anisa.
Untuk mengisi kegiatan selama ramadan, Anisa didampingi salah satu wali asuh juga mengikuti kegiatan di luar sekolah yaitu pesantren kilat di salah satu sekolah di Kupang. Di sana, Anisa belajar banyak hal, seperti cara ibadah salat, belajar berdoa, dan berwudhu.
Disamping itu, Anisa juga tetap mengikuti kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat seperti biasa. Padatnya kegiatan di tengah berpuasa, tidak membuat Anisa lemas dan tetap semangat.
Berkat dukungan dari teman-temannya, Anisa tidak mengalami kendala sama sekali dalam berpuasa.
“Bisa berpuasa, karena didukung teman. Mereka juga menghargai saya puasa. Mereka tidak pernah makan di depan saya pak,” imbuhnya.
- 1
- 2
- »





