Elkan Baggott Mantap Kembali ke Timnas, Sinyal ke Super League Musim Depan?

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA — Nama Elkan Baggott kembali muncul dalam daftar pemain Tim Nasional Indonesia. Sebuah kabar yang dalam beberapa bulan terakhir terasa hampir mustahil. Bek jangkung yang kini terikat kontrak dengan Ipswich Town itu akhirnya bersedia kembali mengenakan seragam Merah Putih setelah cukup lama absen dari panggilan negara.

Kembalinya Baggott bukan sekadar soal satu nama yang masuk daftar skuad. Ia membawa cerita yang lebih panjang: tentang jarak antara pemain diaspora dan tim nasional, tentang pilihan karier di Eropa, hingga kemungkinan arah baru perjalanan kariernya.

Dalam era kepelatihan Shin Tae-yong, Baggott sempat menjadi salah satu pilar penting di lini belakang. Posturnya yang menjulang, duel udara yang kuat, serta pengalaman bermain di Inggris membuatnya cepat menyatu dengan skema pertahanan tim Garuda. Namun hubungan itu tidak selalu berjalan mulus.

Beberapa kali panggilan tim nasional tidak berujung pada kehadiran sang pemain. Salah satu momen yang paling diingat terjadi menjelang playoff Olimpiade Paris 2024, ketika Indonesia harus menghadapi Tim Nasional Guinea. Saat itu, tim yang dilatih Shin Tae-yong membutuhkan kekuatan terbaiknya untuk mengejar tiket terakhir ke Olimpiade.

Nama Baggott sempat dipanggil, tetapi ia tidak datang. Situasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi: dari benturan jadwal dengan klub hingga keputusan pribadi untuk tetap fokus membangun karier di Inggris. Hasilnya, Indonesia gagal melewati rintangan terakhir menuju Olimpiade.

Sejak saat itu, nama Baggott perlahan menghilang dari daftar skuad Garuda.

Pada periode berikutnya, ketika kursi pelatih diisi oleh Patrick Kluivert, bek berusia 23 tahun itu juga tidak kembali masuk dalam rencana tim nasional. Situasi tersebut membuat jarak antara Baggott dan timnas semakin terasa.

Baru pada era pelatih anyar, John Herdman, pintu itu kembali terbuka.

Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengatakan pemanggilan Baggott bukanlah bagian dari cerita dramatis apa pun. Menurutnya, keputusan tersebut murni berdasarkan kebutuhan teknis tim pelatih.

“Tidak ada cerita khusus di balik pemanggilan Elkan. Semua itu sesuai kebutuhan pelatih. John sudah memanggil nama-nama yang memang dibutuhkan, dan salah satunya Elkan Baggott,” ujar Sumardji.

BTN telah mengirimkan surat pemanggilan resmi kepada pemain yang pernah menjalani masa peminjaman di Blackpool FC tersebut. Respons yang datang cukup jelas: Baggott bersedia kembali.

“Surat panggilan sudah kami kirimkan dan Elkan menyatakan siap datang. Saat ini pelatih memang membutuhkan tenaganya,” kata Sumardji.

Bagi Herdman, keputusan itu juga bukan sesuatu yang tiba-tiba. Pelatih asal Kanada tersebut disebut telah memantau perkembangan pemain-pemain Indonesia jauh sebelum resmi menerima jabatan pelatih timnas.

Bahkan, menurut Sumardji, beberapa nama sudah muncul dalam presentasi Herdman ketika ia masih menjadi kandidat pelatih tim Garuda.

Kembalinya Baggott tentu membawa harapan baru bagi lini belakang Indonesia. Dengan tinggi lebih dari 1,9 meter dan pengalaman kompetisi Eropa, ia menawarkan karakter bertahan yang tidak dimiliki banyak pemain lokal.

Namun di balik kabar kepulangannya ke timnas, muncul pula pertanyaan lain yang tak kalah menarik: apakah ini juga pertanda perubahan arah karier?

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemain diaspora mulai melirik kompetisi domestik Indonesia. Nama-nama seperti Thom Haye dan Jordi Amat menjadi contoh paling nyata. Keduanya akhirnya memilih berlabuh di klub-klub besar tanah air, masing-masing bersama Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Fenomena itu membuka ruang spekulasi baru: apakah Baggott suatu hari akan mengikuti jejak yang sama?

Untuk saat ini, jawabannya masih belum jelas. Fokus utamanya tetap pada tim nasional. Dalam agenda terdekat, Indonesia akan menghadapi Tim Nasional Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret dalam ajang FIFA Series 2026. Tiga hari kemudian, tim Garuda dijadwalkan bertemu antara Tim Nasional Bulgaria atau Tim Nasional Kepulauan Solomon.

Di sana, Baggott berpeluang kembali memimpin pertahanan Indonesia—posisi yang sempat ia tinggalkan, namun kini tampaknya siap ia isi kembali.

Sepak bola, seperti juga perjalanan karier seorang pemain, jarang berjalan dalam garis lurus. Ada jarak, ada jeda, dan ada pula momen kembali.

Dan untuk Elkan Baggott, cerita itu tampaknya baru saja memasuki babak berikutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perhatikan 3 Hal Ini saat Mudik Bersama Si Kecil
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Bengkulu Aman Selama Mudik Lebaran 2026
• 34 menit lalurepublika.co.id
thumb
Pelabuhan Jangkar Situbondo Kewalahan, Warga Raas Terpaksa Sewa Kapal Cepat
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapal Muat Ribuan Tabung Gas Terbakar di Pelabuhan Selayar, Dua ABK Meninggal
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Iran Tak Pernah Minta Gencatan Senjata, Tegaskan Siap Pertahankan Diri Selama Diperlukan
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.