Malalak: Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) memutuskan untuk tetap menutup jalan provinsi Sumatra Barat yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi via Sicincin-Malalak-Balingka demi keamanan pemudik. Penutupan jalan dilakukan karena proses perbaikan masih berlangsung pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.
Supervisor Health, Safety, Security and Environment PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Budi Setia mengatakan, ruas jalan dari Koto Mambang menuju Balingka maupun sebaliknya sudah dapat dilintasi kendaraan tertentu di luar jam operasional, tetapi akses tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat setempat. Namun kendati pada H-5 Lebaran 2026 pekerja telah berhenti bekerja, akses jalan tetap ditutup bagi pemudik karena alasan keamanan.
“Jalur Koto Mambang-Malalak via Balingka belum aman untuk dibuka karena masih terdapat area yang berpotensi longsor,” kata Budi, saat dihubungi di Malalak, Agam, Senin, 16 Maret 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Waspada! Sejumlah Jalur Mudik di Agam Rawan LongsorSpanduk peringatan penutupan jalan Jalur Koto Mambang-Malalak via Balingka terpampang di ruas jalan di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (16/3/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)
Jalur Malalak kerap digunakan oleh para pemudik sebagai jalur alternatif dan menghindari penerapan sistem one way menjelang lebaran. Melansir Antara, jalan yang sebelumnya terputus kini telah kembali dapat dilalui sepenuhnya, meskipun pengerjaannya belum sampai pada tahap pengaspalan.
Kerusakan akibat tingginya curah hujan pada November 2025 lalu masih terlihat di sejumlah titik, salah satunya di kilometer 82, di mana badan jalan mengalami ambles sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter. Proses pengerjaan yang belum rampung juga terlihat di ruas kilometer 82, 80, dan 79.




