PT ASDP Indonesia Ferry melaporkan antrean panjang kendaraan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai terurai setelah pengoperasian 16 kapal feri berkapasitas besar dengan skema tiba bongkar berangkat (TBB).
“Alhamdulillah antrean panjang pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, yang kemarin mencapai 35 kilometer, pada hari ini sudah berkurang menjadi 18 kilometer,” kata Arief Eko General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang.
Ia menyampaikan bahwa sejak Minggu (15/3/2026) kemarin, arus mudik mengalami peningkatan signifikan. Untuk melayani penyeberangan, sebanyak 35 unit kapal feri yang dioperasikan. Namun, jumlah pemudik terlalu banyak sehingga menyebabkan antrean kendaraan sejauh 35 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Dari 35 armada kapal di antaranya, 16 kapal feri berkapasitas besar diberlakukan tiba bongkar berangkat atau TBB. Artinya, 16 kapal tersebut hanya melakukan pemuatan dari Pelabuhan Gilimanuk, lalu bongkar muatan di Pelabuhan Ketapang, dan tidak melakukan pemuatan dari Ketapang.
“Skema tiba bongkar berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang diterapkan di Dermaga MB1, MB4, LCM dan Bulusan, sehingga kapal yang tiba dapat langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan,” katanya dilansir dari Antara.
Data Posko Angkutan Lebaran ASDP Ketapang mencatat arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 Lebaran atau hari Minggu mengalami peningkatan signifikan, dan total penumpang tercatat 80.416 orang atau naik 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 60.099 orang.
Jumlah kendaraan roda dua tercatat 18.306 unit atau naik 52,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 11.987 unit, sedangkan kendaraan roda empat mencapai 5.044 unit atau naik 9,2 persen dari tahun lalu 4.620 unit.
Sedangkan bus tercatat 945 unit, naik 39 persen dibandingkan tahun lalu 680 unit, sementara truk tercatat 1.590 unit, turun 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 1.835 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H-6 Lebaran mencapai 25.885 unit atau naik 35,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.122 unit. (ant/ily/saf/ipg)




