Wamen ESDM: Impor energi dari luar Timur Tengah masih dinegosiasikan

antaranews.com
22 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa rencana pengalihan impor energi dari luar kawasan Timur Tengah masih dalam tahap negosiasi.

Usai meninjau Fuel Terminal Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Senin, Yuliot menyebut salah satu negara yang sedang dijajaki adalah Amerika Serikat melalui komunikasi yang sudah terbangun dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS.

“Kita akan menambah impor dari Amerika. Dari sana kita bisa melihat operator-operator minyak besar seperti Exxon Mobil dan Chevron yang beroperasi secara global. Kita berharap mereka bisa memasok kebutuhan BBM kita, baik dalam bentuk crude atau minyak mentah maupun BBM jadi,” ujarnya.

Meski demikian, Yuliot menyampaikan rencana impor energi tersebut masih dinegosiasikan dan belum ada kesepakatan, baik dengan AS maupun calon negara pemasok lainnya.

“Belum. Saat ini masih tahap penyelesaian negosiasi, termasuk negara suplainya dari mana,” katanya.

Menurutnya, impor dari luar kawasan Timur Tengah menjadi opsi pemerintah untuk menjaga pasokan energi setelah suplai global terganggu akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Ia menyebut sekitar 20 persen kebutuhan BBM dalam negeri dipasok dari Arab Saudi melalui jalur Selat Hormuz, yang saat ini masih terpengaruh konflik antara AS–Israel dan Iran.

Pemerintah pun mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan negara lain. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia mengimpor crude atau minyak mentah dari Timur Tengah dengan porsi 20–25 persen dari total impor, sementara sisanya berasal dari Angola, Amerika Serikat, dan Brasil.

Adapun BBM jadi diimpor dari kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.



Baca juga: Bahlil sebut RI tak impor BBM dari Timur Tengah

Baca juga: Purbaya: Suplai BBM aman meski harga minyak tinggi

Baca juga: Bahlil jamin RI untung meski impor minyak dari AS saat harga naik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Tinggi, Pegadaian Berangkatkan 400 Pemudik Gratis dari Makassar
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Viktor Laiskodat Harap Lapas Jadi Tempat Membina Harapan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alasan Rencana Mahasiswa Baru PTN Akan Dibatasi
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Wamendag Pastikan Harga Pangan Tetap Stabil Usai Lebaran
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Danantara Buka Pendaftaran Calon Mitra Proyek PSEL Gelombang II
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.