Diduga Pangkas Anggaran MBG, 2 SPPG di Ponorogo Kena Suspend BGN

realita.co
2 jam lalu
Cover Berita

PONOROGO (Realita)- Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Ponorogo mendapat teguran keras dari Badan Gizi Nasional (BGN). 

Tak tanggung-tanggung, BGN menjatuhkan sanksi berupa penghentian operasional sementara atau Suspend kepada dua dapur Makanan Begizi Gratis (MBG) yakni, SPPG Krebet Kecamatan Jambon dan SPPG Kauman Sumoroto milik yayasan Bhakti Bhojana Nusantara yang dipimpin oleh Kavin Arsidiki. 

Baca juga: Operasional 1.512 SPPG Dihentikan Sementara

Dua SPPG ini diduga kuat melakukan mark up anggaran berupa rekayasa anggaran bahan pangan dari Rp 10.000 per porsi menjadi Rp 6.500 per porsi. Sehinga Kepala SPPG terpaksa menggunakan uang pribadi untuk menutup kekurangan anggaran. 

Kasus ini diungkap Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang dalam akun tiktok pribadinya @naniksdeyang pada, Senin (16/03/2026). 

Dalam postinganya, Nanik menyebut memberikan sanksi tegas berupa penghentian sementara hingga permanen bila dua SPPG ini tidak memperbaiki diri. 

Baca juga: BGN Ingatkan MBG Jangan Dijadikan Ladang Bisnis Semata

“ Dua SPPG itu akhirnya disuspend. Karena program pemenuhan Gizi harus dijalankan dengan jujur, mausiawi dan sesuai standar demi menjaga kualitas layanan bagi para penerima manfaat,” tulisnya. 

Nanik mengungkap, kasus ini terungkap setelah 2 Kepala SPPG di Ponorogo ini mendatanginya saat melakukan kegiatan sosialisasi di Blitar beberapa waktu lalu. Dalam aduanya, dua Ka-SPPG meminta perlindungan BGN atas upaya intervensi dan intimidasi terhadap mereka yang dilakukan mitra dan yayasan SPPG. 

“ Saya sangat sangat marah, mereka berdua (Ka-SPPG) adalah perwakilan dari BGN. Tapi ada upaya dari yayasan dan mitra untuk menyingkirkan mereka berdua dengan cara-cara yang sangat keji. Memprovokasi relawan, sekolah-sekolah. Agar anak-anak ini diberhentikan atau dilengserkan dari tempat mereka bekerja sekarang, dan mereka ketakutan, mereka mengejar saya sampai ke Blitar dari Ponorogo karena minta perlindungan,” ungkapnya. 

Baca juga: Gus Fawait Kawal MBG dari Makkah untuk Anak Jember, Anggaran Jangan Disunat

Usai mendapat laporan, Nanik pun bergerak cepat dengan memerintahkan tim BGN untuk melakukan sidak ke dua SPPG di Ponorogo tersebut saat itu juga. Alhasil dari sidak yang dilakukan malam hari itu, tim menemukan sejumlah temuan mencengangkan. Antara lain, kondisi dapur kotor, tidak sesuai SOP dan juknis, hingga IPAL yang tidak memadai. 

“ Saya juga menghubungi Menteri yang namanya disebut sebut terkait dengan yayasan tersebut. Dan beliau menyebut tidak memiliki cucu yang terkait dengan dapur tersebut. Dan meminta dapur tersebut di tutup jika ada yang mengatasnamakan keluarganya,” pungkasnya. znl

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Terkecoh Foto AI Pelaku Kasus Andrie Yunus di Medsos, Habiburokhman Minta Polri Counter Hoaks
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Polisi Cari Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari Barang Bukti
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Australia dan Jepang Tak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Meski Diminta Trump
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
THR Bikin Bupati Cilacap Lebaran di Tahanan
• 10 jam lalukompas.com
thumb
AirAsia Indonesia (CMPP) Masih Derita Rugi Rp1,29 Triliun pada 2025
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.