Era Baru Skincare Lokal Dimulai, Kini Lebih Dekat dengan Konsumen

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Industri skincare Indonesia tengah memasuki fase yang semakin dinamis dan menarik. Era baru skincare lokal kini benar‑benar dimulai, ditandai oleh inovasi produk yang cepat, kemudahan akses bagi konsumen, serta hubungan yang lebih erat antara brand dan pelanggan di era digital.

Ilustrasi Perawatan Kecantikan.
Photo :
  • Pixabay
Baca Juga :
Skincare Berbahan Laut Jadi Sorotan, Apa Bedanya dengan Produk Biasa?
Era Digital Ubah Cara Orang Mengenal Produk

Para pelaku industri percaya bahwa ini bukan sekadar tren sesaat, tetapi momentum besar yang membuka peluang bagi merek lokal untuk semakin bersinar.

Permintaan akan produk skincare di Indonesia terus tumbuh signifikan dari tahun ke tahun, seiring dengan meningkatnya jumlah kelas menengah, daya beli konsumen, dan kesadaran akan kesehatan kulit. Data riset menunjukkan bahwa pasar kosmetik dan skincare tumbuh hampir 5 persen setiap tahunnya.

Bukan hanya produk, tetapi juga strategi pemasaran yang membuat skincare lokal kini semakin dekat dengan konsumen, termasuk kampanye digital, kolaborasi dengan influencer.

Perubahan besar terjadi pada hubungan antara brand dan konsumen. Generasi muda, khususnya Generasi Z, kini memegang peranan penting dalam menentukan arah pasar. Mereka bukan hanya menjadi pembeli, tetapi juga menjadi kekuatan opini yang menentukan tren melalui media sosial.

Seperti yang dilakukan Oneskin Indonesia secara resmi mengumumkan penunjukan Oza Rangkuti, kreator konten dan komunikator digital yang dikenal luas di media sosial, sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru.

Langkah strategis ini menandai era baru bagi Oneskin Indonesia dalam memperkuat posisinya di pasar kecantikan dan perawatan diri tanah air.

Penunjukan Oza Rangkuti bukan sekadar perubahan struktural, melainkan pernyataan ambisi Oneskin Indonesia untuk menjembatani fungsi produk dengan gaya hidup konsumen masa kini.

"Dengan bergabungnya Oza Rangkuti, kami ingin mendobrak batasan kaku industri skincare," kata Founder Oneskin Indonesia, Doni Putra Okten.

Ilustrasi skincare.
Photo :
  • Freepik/jcomp

Nantinya, ia akan fokus pada pengembangan identitas brand (re-branding), optimalisasi kanal digital, serta memastikan setiap produk, mulai dari perawatan harian pria hingga solusi masalah kulit.

Kemudahan ini membuat skincare lokal semakin populer terutama di kalangan konsumen muda, yang sering melakukan pembelian impulsif di platform online setelah melihat review atau rekomendasi dari komunitas skincare di media sosial.

Baca Juga :
Beauty Enthusiasts Kini Lebih Selektif, Apa yang Berubah?
5 Ciri Produk Skincare Cuma Overclaim, Hati-hati Berbahaya!
Bos BPJPH Tegaskan Produk AS yang Beredar di Indonesia Harus Bersertifikat Halal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Truk Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak, 1 Orang Terluka
• 2 jam laludetik.com
thumb
Prabowo: Perang AS-Israel terhadap Iran Membingungkan dan Tidak Rasional
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Persib Buang Peluang Menang! Bojan Hodak Singgung Kontroversi Sebelum Penalti Borneo FC
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Dorong Program 3 Juta Rumah Dikebut, Hashim: Jangan Sampai Keadilan Sosial Cuma Jadi Slogan
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelabuhan Ciwandan Jamin Optimalisasi Layanan Angkutan Lebaran 2026
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.