Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah bakal tetap menjaga defisit APBN di level 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Karenanya, Dia memastikan bahwa upaya efisiensi akan kembali dilakukan pemerintah, untuk menahan defisit tetap di angka tersebut di tengah harga minyak dunia yang bergejolak.
"Kalau memang harga BBM naik terus, langkah pertama ya itu, efisiensi," kata Purbaya saat ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
- Youtube Sekretariat Presiden
Karenanya, Purbaya memastikan bahwa dalam waktu seminggu ke depan pihaknya akan meminta Kementerian/Lembaga (K/L) untuk menghitung ulang anggarannya, dan memprioritaskan program-program utama dibandingkan program tambahan.
"Mereka (K/L) sudah kita minta siapkan, berapa persen anggarannya akan dipotong. Kan ada beberapa program tambahan, anggaran tambahan-tambahan yang membuatnya gelembung sekali," ujarnya.
Dengan kondisi anggaran yang ada saat ini, Purbaya meminta tiap K/L fokus terhadap program-program yang ada selain program-program tambahan, demi memaksimalkan anggaran yang ada.
Namun, Purbaya masih membuka kemungkinan bahwa pemotongan anggaran K/L itu belum tentu akan dilakukan. Wacana terkait hal ini menurutnya hanyalah langkah antisipasi awal, supaya apabila nanti benar-benar diperlukan maka hal itu akan bisa segera dieksekusi dengan benar.
"Mungkin dalam seminggu ke depan Kementerian Keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka, untuk siap-siap ngitung, tetapi belum tentu eksekusi ya," kata Purbaya.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa saat ini kondisi APBN masih aman. Hanya saja pemerintah diakuinya bakal langsung menghitung ulang anggaran, apabila lonjakan harga minyak sangat tinggi dan berlangsung lama.
"Kita belum lihat sampai sekarang, tapi rasanya sih anggaran cukup bertahan ya. Kecuali naiknya tinggi sekali ya," ujarnya.





