Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bandung
Muhammad Farhan menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang siswa SMA Negeri 5 Bandung yang ditemukan di kawasan Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat, 14 Maret 2026. Pemerintah Kota Bandung juga meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Farhan mengatakan pemerintah daerah menunggu hasil penyelidikan resmi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut serta pihak yang bertanggung jawab.
“Saya sangat prihatin dan berduka atas wafatnya anak kita ini. Dugaan sementara karena kecelakaan, tetapi tentu harus dipastikan melalui penyelidikan yang tuntas sehingga kita mengetahui penyebab sebenarnya dan siapa yang bertanggung jawab,”kata Farhan dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 16 Maret 2026.
Farhan juga mengungkapkan empati kepada keluarga korban. Menurutnya, kehilangan anak di usia remaja merupakan duka mendalam bagi orang tua.
“Sebagai seorang ayah, kehilangan putra di usia 16 tahun adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Saya ikut merasakan kehilangan besar yang dirasakan orang tua korban,”jelasnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemerintah Kota Bandung berencana memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan pelajar dan peningkatan pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar jam sekolah.
Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan Polrestabes Bandung untuk memantau kelompok pelajar yang sering berkumpul di sejumlah titik di sekitar sekolah.
Farhan menyebut pihaknya menerima informasi adanya beberapa kelompok pelajar yang kerap berkumpul di warung-warung sekitar sekolah dan membentuk komunitas tongkrongan tertentu.
“Dari informasi yang kami peroleh, ada sejumlah kelompok pelajar SMA yang sering berkumpul di warung dekat sekolah. Hal ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,”ucapnya.
Ia menegaskan upaya pencegahan tidak dapat dilakukan pemerintah dan aparat kepolisian saja. Menurutnya, pihak sekolah memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap siswa.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung mengajak para kepala sekolah untuk memperkuat komunikasi dan berbagi informasi mengenai dinamika pergaulan pelajar.
“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak dapat melakukan pencegahan secara maksimal,”ungkapnya.
Selain itu, pengawasan juga akan dilakukan melalui patroli bersama aparat keamanan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya pelajar.
Farhan mengungkapkan, dalam patroli sebelumnya petugas pernah menemukan sejumlah pelajar tingkat SMP dan SMA yang masih berkumpul hingga larut malam. Bahkan sebagian di antaranya diduga mengonsumsi minuman beralkohol maupun obat keras.
Pemerintah Kota Bandung menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan permasalahan sosial di kalangan pelajar. Melalui langkah pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif, diharapkan lingkungan pendidikan di Kota Bandung tetap aman dan kondusif bagi para siswa.
Editor: Redaktur TVRINews





