Wamen ESDM Sebut Stok BBM Nasional saat Ini 28 Hari, di Atas Batas Minimum

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri (Wamen) ESDM Yuliot Tanjung memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Ia mengungkapkan stok nasional kini cukup sampai 28 hari.

“Secara nasional, jadi jauh di atas batasan minimum, tadi saya juga sudah sampaikan jadi untuk secara nasional itu rata-rata sekitar 27 sampai dengan 28 hari. Sementara kalau kita lihat cadangan minimum secara regulasi adalah sekitar 21 hari,” kata Yuliot dalam peninjauan kesiapan infrastruktur energi di FT Padalarang, Jawa Barat pada Senin (16/3).

Untuk menghadapi musim mudik Lebaran 2026, Yuliot juga terus memperhatikan berbagai layanan terkait BBM, utamanya bagi pengendara yang melalui tol dan di sekitar tempat wisata. Ia sudah menyiapkan langkah antisipasi terkait masalah BBM musim mudik bersama PT Pertamina (Persero).

“Biasanya untuk Jawa Barat itu justru kegiatan wisatanya H plus 2, jadi ini mulai padat, jadi antisipasinya itu adalah menyiapkan tangki-tangki ini pada daerah-daerah tertentu dan juga ada layanan melalui motor dan juga layanan mobile lain yang disiapkan oleh PT Pertamina,” ujar Yuliot.

Respons Antrean BBM di Beberapa Wilayah

Yuliot juga merespons terkait masih ada beberapa wilayah di mana di sana terjadi antrean pembelian BBM. Ia menjelaskan hal itu biasanya disebabkan masalah pengiriman.

Ia melihat antrean tersebut bisa menjadi sebab munculnya kecemasan masyarakat terkait BBM. Untuk itu, ia juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar setiap ada laporan mengenai antrean bisa ditangani dengan cepat.

“Setiap ada informasi itu ada antrean, saya dengan kepala BPH Migas dengan ketua posko itu justru diingatkan di daerah sini itu ada antrian ya, tolong dipercepat itu proses pengiriman, koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan alhamdulillah untuk beberapa daerah itu bisa cepat kita tangani,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Adityawarman, menjelaskan perseroan sudah membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) untuk menangani masalah ketersediaan BBM. Ia juga terus mengupayakan agar masalah terkait stok, seperti antrean tak terjadi lagi.

“Kita saling crosscheck kemudian antara field terminal satu dengan yang lain, kita juga saling berkomunikasi sehingga bisa saling mengisi, sehingga tadi yang dikhawatirkan (antrean) tadi itu tidak terjadi lagi,” tutur Taufik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Benarkah PM Israel Netanyahu Telah Tewas? Cek Faktanya
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Pramono Targetkan RDF Rorotan Olah Sampah 1.000 Ton Per Hari, Kurangi Beban Bantargebang
• 12 jam laludisway.id
thumb
Dituduh Daily Mail Punya Rumah Mewah di London, Motjaba Khamenei Tinggal di Kontrakan
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Antisipasi Dampak Global, OJK Tekankan Penguatan Mitigasi Risiko Asuransi
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.