Skandal Menghebohkan! Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan Pelecehan Seksual Lima Santri Laki-laki

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Syekh Ahmad Al Misry, ulama asal Mesir yang sudah lama dikenal di Indonesia, mendadak menjadi sorotan publik. Namanya dikaitkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki. Kasus ini mulai mencuat setelah dilaporkan ke Bareskrim dan memicu perbincangan panas di media sosial.

Awalnya, spekulasi liar mulai beredar di dunia maya, bahkan beberapa netizen sempat menyerbu akun Ustaz Solmed, yang mengira dirinya adalah terlapor dalam kasus tersebut. Namun, sang pendakwah akhirnya memberikan klarifikasi bahwa inisial SAM yang disebut dalam laporan bukanlah dirinya.

Dalam perkembangan terbaru, tim pengacara dari korban, yang diwakili oleh Beny Jehadu, memberikan informasi bahwa terlapor adalah seorang pendakwah terkenal yang sering muncul di televisi swasta, termasuk menjadi juri kompetisi hafiz Al-Qur’an dan pengisi acara Damai Indonesiaku di tvOne.

Meskipun identitas pasti terlapor belum terungkap secara resmi, nama Syekh Ahmad Al Misry terus mencuat di platform X (Twitter), memicu diskusi sengit di kalangan netizen. Beberapa warganet bahkan mulai memperhatikan akun Instagram milik sang ulama yang kini telah membatasi kolom komentarnya, tanpa memberikan klarifikasi apapun terkait tuduhan tersebut.

“Gw spill in namanya Syekhh A h m a d Al-misri,” tulis salah satu netizen yang memperkeruh spekulasi di media sosial.

Sementara itu, komentar lain menyoroti perubahan pada akun Instagram milik Syekh Ahmad Al Misry, yang tampaknya mulai membatasi interaksi dengan pengikutnya. “Sudah dibatesin komen di IG nya dong… setelah cek IG nya keliatan penyuka sejenis,” tulis warganet lainnya.

Siapa Syekh Ahmad Al Misry?

Meskipun tengah terjerat dalam kontroversi ini, Syekh Ahmad Al Misry sebenarnya adalah sosok yang sudah sangat familiar di televisi Indonesia. Sebagai seorang ulama dan pendakwah yang berasal dari Mesir, ia telah lama menetap di Indonesia untuk menyebarkan syiar Islam. Kehadirannya di berbagai acara televisi membuatnya sangat dikenal, terutama di kalangan umat Muslim Indonesia.

Nama “Al Misry” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti “orang Mesir”, menggambarkan asal-usulnya. Meski berasal dari Timur Tengah, Syekh Ahmad telah lama tinggal di Indonesia, bahkan sangat fasih berbahasa Indonesia. Kemampuannya berbahasa Indonesia dengan baik membuat pesan-pesan dakwahnya mudah diterima oleh masyarakat luas.

Karier televisinya meroket saat ia didapuk sebagai juri utama dalam program Hafiz Indonesia di RCTI, sebuah kompetisi penghafal Al-Qur’an cilik. Di acara ini, ia menjadi figur penting dalam memberikan penilaian terkait tajwid, kelancaran hafalan, dan motivasi spiritual bagi para peserta. Kehadirannya dianggap sebagai penerus perjuangan Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia, dan ia semakin dikenal sebagai panutan di dunia dakwah Indonesia.

Selain itu, Syekh Ahmad Al Misry juga aktif sebagai penceramah di acara Damai Indonesiaku (tvOne) hingga tahun 2026. Ia juga sering tampil di berbagai program lainnya, terutama selama bulan Ramadan, seperti Shodaqoh Yuk! (RTV), serta menjadi narasumber dalam acara-acara Islam di Trans7.

Ciri khas dakwahnya adalah gaya bahasa yang tertata, dengan aksen Arab yang kental namun mudah dipahami oleh masyarakat Indonesia. Ia dikenal dengan pendekatan moderasi Islam (wasathiyah) dan selalu menekankan pentingnya memuliakan Al-Qur’an dengan akhlak yang baik.

Lewat media sosial dan kanal YouTube pribadinya, Syekh Ahmad Al Misry juga aktif mempererat hubungan dakwah antara Al-Azhar Mesir dengan umat Muslim Indonesia. Keterlibatannya dalam dunia digital ini membuatnya semakin dekat dengan para pengikutnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Lebaran 2026, BKKBN Siapkan Posko Konsultasi Keluarga di 31 Provinsi
• 11 jam lalusuara.com
thumb
PN Jakpus Cek Lokasi Eksekusi di Hotel Sultan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Mudik Lebaran 2026: Kemenhub Prediksi 143 Juta Pergerakan, Pakar UGM Ingatkan Keselamatan
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Benarkah Hukum Kolonial Masih Diadopsi dalam Konstitusi Kita?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
PT Taspen Tegaskan Gaji Pensiunan PNS Cair Tepat Waktu 1 April 2026 di Tengah Isu Kenaikan
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.