Heboh Dugaan Pengeroyokan Siswa SMAN 5 Bandung, Dedi Mulyadi Harap Pelaku Mendapat Sanksi Berat

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDDugaan pengeroyokan siswa SMAN 5 Bandung kini menjadi sorotan. Dedi Mulyadi harap pelaku mendapat sanksi berat.

Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026) malam. Korbannya bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata yang meninggal dunia dengan dugaan korban pengeroyokan oleh siswa SMAN 2 Bandung.

Dedi Mulyadi buka suara soal dugaan pengeroyokan siswa SMAN 5 Bandung. Gubernur Jabar harap pelaku mendapat sanksi berat.

Dedi Mulyadi menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya korban setelah kegiatan buka puasa bersama tersebut.

Ia menjelaskan bahwa terdapat dua kemungkinan peristiwa yang diduga terjadi. Pertama, korban diduga berusaha menghindari lemparan saat mengendarai sepeda motor sehingga kehilangan kendali dan akhirnya terjatuh.

Kedua, Dedi Mulyadi juga menerima informasi mengenai adanya dugaan aksi pengeroyokan yang dialami korban. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa para pelajar di wilayah Jawa Barat.

"Semoga peristiwa ini yang terakhir terjadi pada siswa-siswi di Jawa Barat," ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari media sosialnya, Minggu (15/3/2026).

"Semoga Fadli diterima iman Islam-nya, diampuni segala dosanya, dan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT," sambungnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu juga berharap proses hukum kasus ini bisa berjalan secara objektif.

"Dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal dengan apa yang dilakukannya," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga berharap kepada para orang tua untuk senantiasa memberikan pengawasan terhadap anak-anaknya.

 

"Saya mengajak seluruh orang tua menjaga anak-anaknya untuk tidak keluar pada malam hari dan tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memiliki SIM," tuturnya.

SMAN 5 Bandung Serahkan Penanganan Kasus ke Polisi

Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana, menyerahkan penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan seorang siswanya meninggal dunia kepada pihak kepolisian. Melalui surat edaran yang disampaikan, Agus mengungkapkan bahwa seluruh keluarga besar SMAN 5 Bandung turut berduka atas peristiwa yang merenggut nyawa salah satu siswa mereka.

"Kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Agus, dikutip dari TribunJabar.id.

Terkait banyaknya informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai mengenai kronologi peristiwa tersebut, pihaknya meminta agar semuanya menahan diri dan bijak dalam menyaring informasi.

"Mohon untuk tidak menyebarkan spekulasi, asumsi, atau konten visual (foto/video) yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga besar almarhum," katanya.

Secara tegas, Agus dan SMAN 5 Bandung menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian.

"Kami mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati proses penyidikan serta penyelidikan yang sedang berlangsung."

"Mari kita berikan ruang bagi pihak berwenang untuk bekerja secara profesional hingga fakta yang sebenarnya terungkap," katanya.

Pihak sekolah, lanjutnya, juga menyediakan layanan konseling bagi teman-teman dekat almarhum maupun siswa lain yang merasa terpukul secara emosional akibat kejadian tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan (Disdik) VII Provinsi Jawa Barat, Asep Yudi, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan secara pasti kronologi yang menyebabkan meninggalnya siswa SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, pada Jumat (13/3/2026) malam.

 

Asep Yudi hanya menegaskan bahwa informasi mengenai wafatnya pelajar dari SMAN 5 Bandung tersebut memang benar terjadi.

"Berdasarkan informasi bahwa malam ada kejadian yang mengakibatkan meninggal, remaja, ternyata salah seorang siswa diduga anak SMAN 5, setelah dikonfirmasi benar," ujar Asep, Sabtu (14/3/2026).

Terkait bagaimana kronologi penyebab meninggalnya pelajar tersebut, Asep belum mengetahui secara detail. Namun, informasi yang beredar, kedua sekolah ini terlibat bentrok.

"Cuman kaitan kronologi apakah itu tawuran, atau lain sebagainya itu masih didalami oleh pihak kepolisian," katanya.

KCD VII Provinsi Jabar, kata dia, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pelajar tersebut. Asep pun menegaskan, untuk penyebab pastinya saat ini masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Tapi intinya setalah kami mengkonfirmasi ke sekolah bahwa betul bahwa ada anak siswa SMAN 5 yang meninggal di daerah Cihampelas."

"Cuman untuk pemicu dari faktor tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian," ucapnya. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malam 27 Ramadan, Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram Mengharap Lailatul Qadar
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Mau Rights Issue, Cakra Buana (CBRE) Bidik Dana Rp1,91 Triliun
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Respons KDM soal Anak Tawuran: Selama Jam Sekolah Tanggung Jawab Negara, di Luar Jam Sekolah Tanggung Jawab Orang Tua
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Jakarta Sambut Warga yang Tak Mudik Lebaran 2026, Ada Transportasi Gratis hingga Promo Wisata
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.