PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun kawasan hunian di sekitar Stasiun Manggarai yang terdiri dari delapan menara atau tower. Pengembangan hunian di kawasan stasiun ini merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pembangunan tersebut akan terbagi ke dalam dua blok, yakni Blok G dan Blok F, dan pekerjaan pembangunan akan segera dimulai sehingga serah terima kunci akan dilaksanakan pada awal 2027.
“asing-masing tower-nya itu adalah 12 lantai, total 8 tower, total unit yang akan tersedia adalah 2.200 unit, di mana waktu pekerjaannya akan segera kita mulai,” kata Bobby dalam gelaran Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program Tiga Juta Rumah di Jalan Manggarai Utara VII, Jakarta Selatan, Senin (16/3).
Berdasarkan paparan Bobby, hunian yang akan dibangun terdiri dari dua tipe unit, yaitu tipe 45 dan tipe 52. Proyek hunian tersebut akan berlokasi di kawasan sekitar Stasiun Manggarai, tepatnya di area yang diapit oleh sejumlah ruas jalan di wilayah Manggarai dan berada tidak jauh dari stasiun tersebut.
Harga jual hunian di kawasan ini pun dipatok mulai sekitar Rp 500 juta per unit untuk tipe 45 dan sekitar Rp 600 juta per unit untuk tipe 52.
Akan Dibangun di Bandung hingga SurabayaSelain proyek di Manggarai, Bobby mengatakan KAI mencanangkan pembangunan hunian berbasis kawasan stasiun di tiga lokasi lain. Pertama berada di Bandung, tepatnya di Stasiun Kiaracondong, yang akan memanfaatkan lahan sekitar 7.600 meter persegi dan dibangun dua tower dengan total sekitar 753 unit hunian.
Selanjutnya di Semarang, proyek akan berlokasi di kawasan Dr. Kariadi dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare.
“Semarang, (Dibangun di kawasan) Dr. Kariadi, 1,2 hektare yang akan dibangun 1.042 unit dunia, 2 tower, 42 lantai,” lanjut Bobby.
Sementara itu di Surabaya, pembangunan akan dilakukan di kawasan Stasiun Gubeng dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare. Proyek tersebut akan terdiri dari dua tower setinggi 52 lantai dengan total sekitar 1.489 unit hunian.
“Tentunya melalui pengembangan kawasan berbasiskan stasiun ini, KAI ingin menghadirkan ekosistem kota yang lebih terintegrasi, dunia yang dekat dengan transportasi publik, pembongkaran lahan yang efisien, serta mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat kotaan,” sebut Bobby.
Adapun dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan pembangunan hunian ini tidak hanya bertujuan mengurangi backlog perumahan dan menyediakan hunian yang lebih layak bagi masyarakat. Katanya, sektor tersebut juga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Jika sektor pembangunan perumahan rakyat ini bisa kita kawal bersama-sama dan angka tersebut tentunya di-back up dengan terbukanya lapangan pekerjaan yang luas Ini adalah opportunity yang benar-benar konkret,” kata Agus.
AHY juga menyebut setidaknya akan terdapat sekitar 180 jenis industri yang dapat tumbuh dan berkembang dari sektor perumahan.
“Dari sektor perumahan saja artinya bisa berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Nah, yang menjadi tantangan terbesar adalah lahannya,” tutur Agus.





