Purbaya Bantah Isu Resesi, Ekonomi RI Justru Melaju Kencang

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan isu resesi yang digaungkan para ekonom tidak sesuai dengan fakta. Ekonomi Indonesia malah sedang mengalami percepatan pertumbuhan, bukan kemunduran.

Hal tersebut ditunjukkan dengan berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif, salah satunya Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur yang mencapai 53,8 pada Februari.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Bahas Percepatan Izin Impor Bahan Baku Medis

Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dan menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Ini disampaikan Purbaya dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Katanya kita sudah resesi. Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi PMI naik ke level yang tinggi, terus kita lihat Mandiri MSI, Mandiri index, itu sekarang di 360,7 dan kita lihat trennya naik ke atas, kita memang sedang mengalami akselerasi" ujar Purbaya dikutip dari Antara, dikutip Senin (16/3).

Ia menjelaskan, data PMI tersebut mencerminkan kinerja produksi atau sisi suplai dalam perekonomian yang masih tumbuh kuat. Indikator ini juga menjadi konfirmasi dari lembaga di luar pemerintah bahwa aktivitas ekonomi nasional sedang meningkat.

Selain PMI, sejumlah indikator lain juga menunjukkan tren positif seperti penjualan mobil pada Februari 2026 yang tumbuh 12,2 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kinerja konsumsi juga terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 6,9 persen secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan permintaan domestik tetap kuat.

Baca Juga: Purbaya Sentil Analis TikTok-YouTube: Ekonomi RI Tak Akan Hancur!

Ia menambahkan optimisme masyarakat juga tercermin dari indeks kepercayaan konsumen yang berada di level 125,2. Level ini dinilai cukup tinggi dan mencerminkan meningkatnya keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

"Banyak orang bilang katanya daya beli masyarakat terpukul. Ya, kalau yang lagi susah ya susah tetap, tapi kan kita melihat keadaan umum. Keadaan umum ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi, memang daya beli masyarakat membaik," jelas Purbaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antisipasi defisit APBN dampak konflik Timur Tengah
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kinerja Operasional IPCC Tumbuh 13,5 Persen hingga Februari 2026
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Dugaan Perselingkuhan dengan Dokter Koas Viral, Dokter Maissy dan Suami Sudah Tak Tinggal Serumah
• 11 menit lalugrid.id
thumb
Menhub Pastikan Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Sesuai Prediksi
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Antara Wasiat dan Warisan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.