1.870 Pedagang Warmindo di Jogja Mudik Gratis, Warung Tutup 1–2 Minggu

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 1.870 pedagang Warmindo di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti program mudik massal gratis pada Senin (16/3) pagi. Pemberangkatan dilakukan dari Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, dan dihadiri Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, serta Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, berharap perjalanan para pedagang berjalan lancar sehingga dapat berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman. Ia menyebut para pedagang Warmindo telah menjadi bagian dari dinamika kehidupan di Yogyakarta.

“Kehadiran Warmindo tidak hanya menyediakan pilihan kuliner yang terjangkau bagi mahasiswa dan pekerja tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi rakyat di berbagai sudut kota dan pasar tradisional,” kata KGPAA Paku Alam X.

Kepala Cabang Indofood CBP Divisi Noodle Semarang, Devie Permana, mengatakan jumlah bus yang diberangkatkan dari Yogyakarta tahun ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jumlah bus mudik kita bertambah dua dari tahun lalu, dari 32 menjadi 34. Warmindo pengusaha Indomie di DIY sekitar 1.870 orang yang kita berangkatkan hari ini,” kata Devie kepada awak media di lokasi, Senin (16/3).

Ia menjelaskan para peserta diberangkatkan menuju sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Kuningan, Sumedang, dan Tasikmalaya. Secara nasional, program mudik gratis ini memberangkatkan sekitar 11 ribu pedagang Warmindo dengan total 194 bus.

“Secara nasional ada 194 bis untuk sekitar 11 ribu Warmindo. Untuk wilayah Jateng-DIY, paling banyak memang di Jogja,” ujarnya.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut banyaknya pedagang Warmindo yang berasal dari Jawa Barat menunjukkan Yogyakarta membuka peluang kerja bagi masyarakat dari berbagai daerah.

“Pedagang Warmindo banyak sekali dari Jawa Barat. Ini menunjukkan Jogjakarta dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga dari provinsi lain,” ujarnya.

Salah satu peserta mudik, Eri, pedagang Warmindo di kawasan Taman Siswa, Kota Yogyakarta, asal Kuningan, mengaku senang bisa mengikuti program mudik gratis bersama keluarganya.

“Sangat bergembira, senang untuk bertemu keluarga. Enam orang ikut. Gratis aja udah alhamdulillah, terima kasih Indofood memberikan partisipasi mudik bareng,” ujarnya.

Cerita lain datang dari Anang, pedagang Warmindo di Palagan, yang sempat terlambat datang ke lokasi pemberangkatan sehingga harus mengejar bus yang akan berangkat menuju Kuningan.

“Mau ke Kuningan, cuma ini ketinggalan,” kata Anang.

Hal serupa dialami Ari, pedagang Warmindo di kawasan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga berasal dari Kuningan. Ia gagal berangkat bersama rombongan karena terlambat menerima informasi jadwal keberangkatan.

“Kita gagal, info tiketnya dipegang saudaranya. Pas giliran dikasih info, ternyata pagi karena biasanya kan sore,” katanya.

Meski tidak ikut rombongan bus, Ari tetap berencana pulang ke kampung halaman menggunakan transportasi lain. Ia menyebut keluarganya sudah menunggu di Kuningan.

“Paling nanti travel, tetap mau pulang hari ini. Soalnya keluarga sudah menunggu,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Wacana Perppu Tindak Pidana Ekonomi, Dinilai Berpotensi Disalahgunakan
• 12 jam laludisway.id
thumb
Satu Keluarga Palestina Tewas dalam Operasi Israel
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Menunggu kereta lebih nyaman dengan coworking space di Stasiun Gambir
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
GoStudy dan British Council Buka Peluang Kuliah hingga Raih Beasiswa di Kampus Inggris
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Mudik Bareng 2026, Pertamina Berangkatkan Lebih dari 5.000 Peserta
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.