Pria 63 tahun tersebut meraih kemenangan mutlak dengan mengantongi sekitar 68 persen suara. Laporta unggul jauh atas rival utamanya, Victor Font, yang hanya memperoleh kurang dari 30 persen suara. Dengan hasil ini, Laporta akan memimpin klub asal Catalonia tersebut untuk periode kepemimpinan hingga tahun 2031.
Kemenangan ini tercatat sebagai raihan suara terbesar kedua dalam sejarah pemilihan presiden Barcelona dengan total 32.934 suara. Dalam pidato kemenangannya, Laporta menyampaikan apresiasi mendalam kepada para anggota klub yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi tersebut.
Baca Juga :
Barcelona vs Sevilla 5-2: Raphinha Menggila, Joao Cancelo Akhirnya Pecah Telur!“Ini adalah hasil yang sangat meyakinkan dan memberi kami kekuatan besar. Kekuatan ini membuat kami merasa tak terbendung. Tahun-tahun yang menarik akan datang, dan itu akan menjadi tahun-tahun terbaik kami.” tambahnya.
Terpilihnya kembali Laporta sekaligus meredakan spekulasi mengenai masa depan pelatih Hansi Flick. Sebelumnya, beredar laporan bahwa pelatih asal Jerman tersebut mempertimbangkan untuk hengkang jika terjadi pergantian kepemimpinan.
Dukungan penuh Laporta terhadap proyek olahraga Flick terlihat jelas saat sang pelatih dan para pemain ikut memberikan suara seusai laga melawan Sevilla.
Kepemimpinan Laporta diharapkan mampu menjaga momentum positif klub yang saat ini tengah memuncaki klasemen La Liga dan bersiap menghadapi babak fase gugur Liga Champions. (Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





