3 Perbedaan Kurikulum IB dan Cambridge di Sekolah Internasional

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Beberapa orang tua mungkin bingung saat anak mengajak berdiskusi soal perbedaan kurikulum IB dan Cambridge. Sekilas, keduanya terlihat sama karena menawarkan metode pengajaran yang berfokus pada kemampuan global.

Namun ternyata, kurikulum IB (International Baccalaureate) dan Cambridge berbeda dari cara penilaian, penyusunan bahan ajar, hingga pengembangan siswa. Bila IB lebih sering mengajak anak observasi dan praktik untuk bermasyarakat, Cambridge akan memfokuskan sisi akademik anak agar ia lebih siap ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Ya, setiap kurikulum memiliki serangkaian program khusus agar siswa dapat mencapai tujuannya masing-masing. Nah, ada 3 hal mendasar yang membedakan kurikulum IB dan Cambridge, di antaranya:

1. Struktur Kurikulum dan Komponen Inti

Bila Cambridge berfokus pada pengetahuan mendalam untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian formal, kurikulum IB akan mendorong pembelajaran berbasis penyelidikan. Itu artinya, IB lebih menekankan peran rasa ingin tahu siswa dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.

Karena hal inilah, komponen inti IB lebih spesifik dibanding Cambridge. IB mencakup beberapa komponen pembelajaran mulai dari teori pengetahuan, esai Panjang, kreativitas, aktivitas langsung, hingga layanan siswa.

2. Proses Penilaian & Ujian

Pada kurikulum Cambridge, penilaian lebih terfokus pada ujian formal di akhir setiap tahap pendidikan, seperti IGCSE atau A-level. Ujian ini mengukur pemahaman dan kemampuan akademik siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Penilaian di Cambridge lebih berbasis pada hasil ujian dan tes yang memiliki bobot besar dalam menentukan kelulusan siswa.

Sementara itu, penilaian dalam kurikulum IB lebih holistik dan berfokus pada pengembangan kemampuan siswa dalam berbagai aspek. Selain ujian akhir, IB juga memperhitungkan esai panjang (Extended Essay), proyek kreatif, serta kegiatan keterlibatan sosial dalam komunitas. Sehingga, akan ada evaluasi berkelanjutan dan refleksi diri siswa di luar nilai ujian formal.

3. Metode dan Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran dalam Cambridge bersifat lebih terstruktur dan berorientasi pada pencapaian akademik tertentu. Meskipun Cambridge juga memberikan ruang untuk pengembangan keterampilan lain, fokus utamanya adalah pada pencapaian akademik melalui ujian dan tes.

Sebaliknya, IB mengutamakan pendekatan yang lebih fleksibel dan mengintegrasikan berbagai elemen dalam pembelajaran. Di dalam IB, pembelajaran tidak hanya mencakup aspek akademik, tetapi juga keterampilan hidup, keterlibatan sosial, dan perkembangan pribadi.

Pembelajaran berbasis penyelidikan dalam IB memberikan kebebasan lebih bagi siswa untuk mengeksplorasi topik yang mereka minati, mengembangkan rasa ingin tahu, dan berpikir kritis.

Secara keseluruhan, kurikulum Cambridge lebih fokus pada akademik siswa dan kompetisi akhirnya adalah ujian tulis, sementara IB memberikan lebih banyak kebebasan dalam eksplorasi dan pengembangan diri, dengan penekanan pada pemikiran kritis dan keterlibatan sosial.

Salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum IB adalah Jakarta Intercultural School (JIS). JIS memiliki IB Diploma Programme yang merupakan pra-universitas intens untuk siswa di kelas 11-12.

Keunggulan IB Diploma Programme di JIS

IB Diploma Programme di JIS mencakup 6 bidang studi dengan 31 subject pelajaran dan harus dijalani selama dua tahun penuh. Keenam bidang studi tersebut di antaranya: The Arts, Language and Literature, Math, Language Acquisition, Science, dan Individual and Societies.

Para siswa yang mengambil IB Diploma Programme diwajibkan mengambil pelajaran dari setiap kelompok bidang studi yang telah ditentukan. Selain itu, mereka juga harus menyelesaikan kegiatan dan aktivitas kreatif serta layanan masyarakat, menulis The Extended Essay, dan mengikuti kelas The Theory of Knowledge.

Pada akhirnya, kurikulum IB di JIS bertujuan untuk mengajak siswa maju satu langkah lebih cepat di jalur karier pilihannya. Dengan begitu, setiap potensi yang ada dalam diri siswa dapat terasah dan siap menjadi versi terbaik bagi dunia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai IB di JIS, Anda dapat klik di sini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Sidoarjo Bersama Baznas Sidoarjo dan Jatim Santuni Seribu Anak Yatim
• 16 jam laludetik.com
thumb
Cak Imin Luncurkan Tebar Harapan Ramadan, Salurkan 2 Juta Paket Zakat Fitrah Senilai Rp441,9 M
• 15 jam laludisway.id
thumb
Sosialisasi 4 Pilar di Jakarta Timur, Eko Patrio Ajak Masyarakat Menjaga Persatuan
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Kapolda Jatim Datangi Lokasi Ledakan di Masjid Jember
• 47 menit lalukumparan.com
thumb
Idul Fitri Berbarengan dengan Nyepi, Muhammadiyah Imbau Warga Muslim Bali tidak Gelar Takbir Keliling
• 37 menit lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.