Prabowo Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Krisis Besar seperti COVID-19

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran 3 persen.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran 3 persen. (Foto: Dok. Setneg)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Prabowo mengatakan bahwa aturan tersebut tidak akan diubah kecuali dalam kondisi darurat besar seperti pada saat pandemi COVID-19. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Prabowo menyebut batas defisit sebagai instrumen penting untuk menjaga kedisiplinan pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga:
Defisit APBN di Bawah 3 Persen Sulit Dipertahankan, Airlangga Ungkap Tiga Skenario Terburuk

“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19. Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya," kata Prabowo dikutip Senin (16/3/2026). 

Indonesia telah menetapkan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3 persen terhadap PDB sejak awal tahun 2000, setelah krisis keuangan Asia. Ketentuan tersebut selama ini menjadi salah satu pilar disiplin fiskal yang diperhatikan oleh para investor.

Baca Juga:
Jusuf Kalla: Ada Risiko Utang Negara Naik Jika Defisit APBN Lebih 3 Persen

Prabowo juga menilai Indonesia lebih beruntung dibandingkanbanyak negara lain karena memiliki sumber daya alam seperti sawit dan batu bara yang masih relatif murah dan dapat menjamin ketahanan nasional. Di saat yang sama, pemerintah akan terus mengembangkan panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel sebagai sumber energi alternatif.

“Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar," ujar Prabowo.

Prabowo juga menegaskan kembali komitmennya pada disiplin fiskal, meskipun banyak negara lain telah meninggalkan target ketat defisit anggaran. Ia mengatakan Indonesia dulu ingin meniru aturan Uni Eropa yang membatasi defisit fiskal maksimal 3 persen dari PDB, namun banyak negara di kawasan itu kini tidak lagi mematuhinya.

Kendati demikian, Prabowo menolak gagasan sejumlah pemikir ekonomi yang mendorong pertumbuhan dengan menambah utang besar-besaran. Dia mengatakan sejak kecil dididik oleh orang tuanya untuk percaya bahwa pengeluaran harus disesuaikan dengan kemampuan.

“Jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan," kata Prabowo.

>

(Rahmat Fiansyah) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Bakal Gelar Rapat Berkala Awasi Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Korsel kaji permintaan Trump kirim kapal ke Selat Hormuz
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Warga India panic buying LPG, respons konflik AS - Iran
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
IDAI Ingatkan Vaksinasi dan Keselamatan Anak Saat Mudik
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Wamen HAM: Negara Tanggung Biaya Pengobatan Andrie Yunus Aktivis KontraS Korban Penyerangan Air Keras
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.