Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (15/3) menyatakan tengah membentuk koalisi internasional untuk membuka kembali Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik dengan Iran.
Trump meminta sejumlah negara ikut mengamankan jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia itu.
“Saya menuntut negara-negara itu ikut melindungi wilayah mereka sendiri, karena dari sanalah mereka mendapatkan energi,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One.
Menurut laporan Reuters pada Senin (16/3), pemerintah AS telah menghubungi tujuh negara untuk membantu menjaga keamanan Selat Hormuz dilakukan pembatasan oleh Iran.
Tidak disebutkan secara rinci ketujuh negara tersebut, tapi pada Sabtu (14/3), Trump mengharapkan China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terkena dampak pembatasan buatan itu, akan mengirimkan kapal ke selat tersebut.
Trump juga meningkatkan tekanan kepada sekutu Barat melalui NATO. Dalam wawancara dengan Financial Times, ia memperingatkan aliansi tersebut bisa menghadapi “masa depan yang sangat buruk” jika tidak membantu AS.
“Kita punya NATO. Selama ini kami banyak membantu mereka. Sekarang kita lihat apakah mereka mau membantu kami,” ujar Trump, seperti dikutip AlJazeera.
Trump juga menilai negara-negara yang paling bergantung pada minyak dari kawasan Teluk seharusnya ikut menjaga jalur pelayaran tersebut.
Ia bahkan membuka kemungkinan menunda pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping untuk menekan China agar membantu menjaga keamanan Selat Hormuz.
Laporan Axios yang dikutip Reuters menyebut Washington menargetkan pengumuman pembentukan koalisi pengamanan Selat Hormuz dilakukan dalam waktu dekat.





