Kreator hingga Industri Mulai Manfaatkan Teknologi 3D Printing

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Teknologi 3D printing mulai semakin dimanfaatkan di Indonesia seiring berkembangnya manufaktur digital. Teknologi ini membuka peluang baru bagi kreator, pelaku industri, hingga institusi pendidikan untuk mewujudkan desain menjadi produk secara lebih cepat dan fleksibel.

Distributor teknologi 3D printing, IndoCart, menilai tren pemanfaatan manufaktur digital di Indonesia terus berkembang, mulai dari kebutuhan prototipe produk hingga produksi skala kecil. Pemilik IndoCart Albert Ong mengatakan perusahaan berupaya memperluas ekosistem teknologi tersebut agar lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan.

“IndoCart sudah 23 tahun berdiri. Sejak awal kami percaya bahwa teknologi, termasuk 3D printing, seharusnya dapat diakses secara lebih terbuka oleh berbagai kalangan, bukan hanya oleh komunitas tertentu atau segmen pasar yang terbatas,” ujar Albert dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Menurut Albert, potensi kreativitas anak muda Indonesia cukup besar, namun sering kali terkendala akses terhadap teknologi produksi. Teknologi 3D printing dinilai dapat mempercepat proses pembuatan prototipe maupun pengembangan produk baru.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Teknologi 3D printing memungkinkan ide dan imajinasi diwujudkan menjadi produk nyata, mulai dari prototipe produk, komponen fungsional, hingga karya kreatif seperti figur dan miniatur,” kata Albert.

Saat ini IndoCart mendistribusikan berbagai perangkat printer 3D yang digunakan di berbagai sektor, terutama teknologi FDM (Fused Deposition Modeling) dan resin printing (SLA). Printer berbasis FDM menggunakan material filament seperti PLA, ABS, dan PETG yang dicetak secara berlapis untuk membentuk objek, sementara teknologi resin printing menghasilkan detail objek yang lebih presisi.

Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan prototipe produk, komponen fungsional, hingga kebutuhan edukasi di sekolah dan universitas. Dalam sektor industri, teknologi ini juga digunakan untuk produksi terbatas melalui konsep print farm.

IndoCart, kata dia, mendistribusikan sejumlah merek printer 3D seperti Bambu Lab, Creality, Snapmaker, Phrozen, Sunlu, Esun, PolyMaker, dan Elegoo. Selain perangkat printer, perusahaan juga menyediakan material printing serta perangkat pendukung dalam ekosistem 3D printing.

Di tengah persaingan distribusi perangkat teknologi yang semakin ketat, IndoCart memilih strategi menjaga keseimbangan antara kualitas produk, harga, dan layanan pelanggan. Perusahaan juga menekankan pentingnya dukungan purna jual terhadap setiap produk yang dipasarkan.

“Kami tidak memposisikan diri sebagai distributor yang menawarkan harga paling murah. Yang lebih penting bagi kami adalah menjaga keseimbangan antara harga yang wajar, kualitas produk, serta layanan yang dapat diandalkan,” ujar Albert.

Ia menambahkan, perusahaan tidak menjual produk yang sudah tidak lagi didukung oleh produsen. “Kami berkomitmen untuk tidak menjual produk clearance atau produk yang sudah discontinue. Setiap produk yang kami distribusikan dipastikan masih relevan dan memiliki dukungan purna jual yang jelas,” kata Albert.

Selain penjualan produk, IndoCart juga mengembangkan strategi penguatan komunitas dan edukasi teknologi untuk memperluas pemanfaatan 3D printing di Indonesia. “Kami tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga berupaya membangun ekosistem dan edukasi mengenai teknologi 3D printing di Indonesia,” ujar Albert.

Ke depan, IndoCart berencana memperluas jangkauan bisnis dengan membuka outlet di pusat perbelanjaan serta menghadirkan konsep pop-up store guna memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat yang lebih luas. Perusahaan juga akan memperkuat layanan pelanggan dan dukungan teknis seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap teknologi manufaktur digital.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Polri: Tingkat Fatalitas Kecelakaan di Jabar Anjlok 91 Persen pada Mudik 2026
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Jepang dan Australia Tolak Permintaan Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemerintah susun rencana efisiensi jaga defisit APBN di bawah 3 persen
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Serangan terhadap Aktivis KontraS Soroti Ancaman Keamanan Pembela HAM dan Kualitas Demokrasi
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Ada 446 Lapangan Padel di Jakarta, Hanya 2 yang Punya Sertifikat Laik Fungsi
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.