Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melakukan penyesuaian operasional transportasi di Bali menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang tahun ini berdekatan dengan periode arus mudik Lebaran. Sejumlah layanan transportasi, mulai dari penerbangan, penyeberangan hingga terminal bus, akan dihentikan sementara untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengaturan operasional transportasi dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan sebelum dan setelah Nyepi tanpa mengganggu pelaksanaan hari suci umat Hindu di Bali.
"Penyesuaian operasional transportasi ini dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik sebelum dan sesudah Nyepi, sekaligus menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Bali. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan tertib, selamat, aman, dan nyaman," ujar Dudy dalam keterangannya Jakarta, Senin (16/3/2026).
Penyesuaian operasional transportasi ini merupakan hasil koordinasi pemerintah dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, hingga unsur masyarakat adat di Bali. Pemerintah berharap pengaturan jadwal tersebut dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih baik sekaligus menjaga ketertiban selama rangkaian perayaan Nyepi.
Selama periode Nyepi, sejumlah simpul transportasi di Bali akan menghentikan operasional selama 24 jam. Salah satunya adalah Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang akan menutup seluruh aktivitas penerbangan, baik domestik maupun internasional.
Pesawat Qatar Airways dan Emirates Airways terparkir di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena beberapa penerbangan ke Dubai dan Doha dibatalkan menyusul serangan terhadap Iran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, di Kuta, Bali, Indonesia, Minggu, (1/3/2026). (REUTERS/Johannes Christo)
Operasional bandara tersebut akan dihentikan mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA. Setelah periode Nyepi berakhir, aktivitas penerbangan akan kembali berjalan normal.
Pengaturan serupa juga diterapkan pada layanan penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan wilayah sekitarnya. Untuk lintasan utama Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, penyeberangan dari Ketapang akan dihentikan mulai Rabu, 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Sementara itu, layanan penyeberangan dari Gilimanuk menuju Jawa akan ditutup mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA.
Operasional penyeberangan di lintasan tersebut baru akan kembali dibuka pada Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA setelah perayaan Nyepi selesai.
Selain itu, penyesuaian juga berlaku pada jalur pelayaran lain yang menghubungkan Bali dengan Nusa Tenggara Barat melalui lintasan Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Aktivitas pelayaran di lintasan ini juga akan dihentikan sementara selama periode Nyepi.
Di sektor transportasi darat, pembatasan operasional juga dilakukan di terminal bus. Terminal Mengwi yang merupakan terminal tipe A utama di Bali akan membatasi keberangkatan bus antarkota antarprovinsi hingga siang hari pada H-1 Nyepi. Setelah itu, operasional terminal akan dihentikan selama hari pelaksanaan Nyepi dan kembali normal setelahnya.
Dudy juga meminta seluruh operator transportasi memastikan kesiapan armada dan sumber daya manusia selama masa penyesuaian operasional tersebut.
"Kami meminta seluruh operator transportasi untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan serta memastikan seluruh layanan transportasi yang beroperasi sebelum dan setelah Nyepi tetap memenuhi standar keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Dudy.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat yang akan bepergian menuju maupun keluar dari Bali agar memperhatikan perubahan jadwal operasional transportasi serta merencanakan perjalanan lebih awal agar tidak terdampak penutupan layanan selama Nyepi.
(fys/wur) Add as a preferred
source on Google




