MAKASSAR, FAJAR – Pengurus parpol level RT/RW-kelurahan ditengarai ada yang fiktif. Penelusuran diperlukan untuk memverifikasi.
DPC Gerindra Kota Makassar termasuk yang segera merapikan struktur kepengurusan. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pengurus fiktif yang ada di dalam struktur level terbawah.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar Erick Horas menyampaikan, sejauh ini sudah ada empat kecamatan yang tuntas restrukturisasi. Kata dia, 11 kecamatan lainnya akan dituntaskan hingga pertengahan 2026 ini.
“Selebihnya sementara berjalan dan kami targetkan pertengahan tahun ini semua struktur pengurus di tingkat kecamatan sudah selesai,” ujarnya, Minggu, 15 Maret 2026.
Semua pengurus yang baru harus dipastikan riil. Karena ini berkaitan dengan pertanggungjawaban mereka kepada partai dan masyarakat.
“Strukturisasi sebenarnya sudah rampung, kita melakukan up to date saja, untuk menghadapi verifikasi faktual. Kami tidak mau ada pengurus fiktif. Kami mau semuanya riil, karena ini soal pertanggungjawaban kepada partai. Kami, kan, berbasis RT/RW untuk struktur tingkatan paling bawah,” jelasnya.
Struktur sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, Gerindra mampu mengambil peran dan memberi solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Struktur ini, kan, salah satu alat dan komunikator untuk menjembatani masyarakat dengan pemerintah, terkait dengan persoalan-persoalan masyarakat. Karena bagaimanapun juga, Gerindra mendudukkan enam kadernya di DPRD Kota Makassar,” ucapnya.
Erick berharap, pertemuan ini bisa menjadi momentum penyemangat antar sesama kader. Tujuannya, agar mesin partai bisa bekerja maksimal dalam mewujudkan target-target yang telah dicanangkan.
“Makanya kami berharap, karena yang hari ini hair adalah para ketua-ketua di kecamatan dan kelurahan, kami menyemangati lagi agar kompak sampai ke tingkat paling bawah. Karena tidak terasa tiga tahun lagi 2029, kami menghadapi momen Pemilu, jadi harus kita persiapkan dari sekarang,” terangnya.
Pakar politik Universitas Hasanuddin Prof Sukri Tamma menyampaikan, memang parpol sudah harus menuntaskan masalah internal partai sejak dini. Termasuk juga struktur partai.
“Memang semua parpol harus bekerja sejak saat ini. Karena kalau masih berkutat dengan internal, maka bisa saja tertinggal dari partai yang lain. Apalagi banyak partai baru yang punya semangat bagus dalam membangun partainya,” terangnya. (wid/zuk)




