Terkini, Makassar — Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di wilayah Indonesia Timur mulai mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data angkutan Lebaran periode 6 Maret 2026 (H-15) hingga 15 Maret 2026 (H-6), tercatat 275.012 penumpang melakukan perjalanan melalui sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 4.
Dari total tersebut, 160.577 penumpang tercatat naik (embarkasi) dan 114.435 penumpang turun (debarkasi) di berbagai pelabuhan kawasan timur Indonesia.
Selain peningkatan jumlah penumpang, aktivitas kapal juga menunjukkan tren yang sama. Selama periode tersebut tercatat 412 pergerakan kapal yang melayani arus mudik di berbagai pelabuhan.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan peningkatan mobilitas ini menjadi indikator mulai bergeraknya arus mudik Lebaran melalui jalur laut.
“Data hingga H-6 menunjukkan pergerakan penumpang dan kapal mulai meningkat di sejumlah pelabuhan wilayah timur Indonesia. Kami terus memastikan seluruh layanan operasional pelabuhan berjalan optimal untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran,” ujar Yusida.
Makassar Layani 36 Ribu Penumpang
Kota Makassar menjadi salah satu pusat pergerakan penumpang terbesar selama periode pemantauan tersebut. Tercatat 36.798 penumpang menggunakan layanan kapal laut dari dan menuju Makassar.
Rinciannya, 19.892 penumpang berangkat dari Makassar, sementara 16.906 penumpang tiba di pelabuhan tersebut.
Tingginya mobilitas ini menegaskan posisi Makassar sebagai salah satu simpul utama transportasi laut di Indonesia Timur, yang menghubungkan rute perjalanan menuju Sulawesi, Kalimantan, Maluku, hingga Papua.
Balikpapan dan Ternate Catat Penumpang Tertinggi
Selain Makassar, sejumlah pelabuhan lain juga mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan.
Balikpapan menjadi pelabuhan dengan jumlah penumpang tertinggi yaitu 47.930 orang.
Disusul Ternate dengan 30.855 penumpang, kemudian Ambon sebanyak 28.592 penumpang, serta Parepare yang mencapai 26.479 penumpang.
Sementara itu, Manado tercatat melayani 19.003 penumpang, dan beberapa pelabuhan lain seperti Sorong, Samarinda, dan Kendari juga menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Tercatat 412 Pergerakan Kapal
Dari sisi operasional kapal, selama periode H-15 hingga H-6 tercatat 412 pergerakan kapal yang melayani arus penumpang dan logistik.
Beberapa pelabuhan dengan pergerakan kapal tertinggi antara lain Ternate sebanyak 66 kapal, Manado 43 kapal, dan Ambon 40 kapal.
Sementara Balikpapan mencatat 33 kapal, Parepare 31 kapal, serta Makassar dan Kendari masing-masing 29 kapal.
Pelabuhan lainnya seperti Nunukan mencatat 25 kapal, Tarakan 21 kapal, dan Bitung 19 kapal, sedangkan beberapa pelabuhan dengan aktivitas lebih rendah antara lain Tolitoli 6 kapal, Merauke 5 kapal, Biak 4 kapal, Jayapura 3 kapal, dan Pantoloan 2 kapal.
Antisipasi Puncak Mudik
Yusida menambahkan bahwa arus penumpang diperkirakan masih akan terus meningkat hingga mendekati puncak mudik Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelindo Regional 4 bersama operator kapal telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penambahan jadwal kapal di rute padat, peningkatan layanan informasi, pengaturan arus penumpang di terminal, hingga penguatan pengawasan keselamatan pelayaran.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal, datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan, serta mematuhi seluruh aturan keselamatan selama perjalanan,” kata Yusida.
Peningkatan arus penumpang ini sekaligus menunjukkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia Timur untuk mudik Lebaran, terutama bagi perjalanan antarpulau dengan jarak menengah hingga jauh.




