Gerak Saham ARCI, EMAS, dan PSAB Pasca Masuk Indeks Global Junior Gold Miners

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Tiga emiten emas Indonesia resmi masuk dalam MVIS Global Junior Gold Miners Index (GDXJ).

Gerak Saham ARCI, EMAS, dan PSAB Pasca Masuk Indeks Global Junior Gold Miners. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Tiga emiten emas Indonesia, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), resmi masuk dalam MVIS Global Junior Gold Miners Index (GDXJ).

Keputusan ini diumumkan oleh Market Vectors Index Solutions (MVIS), penyedia indeks yang menjadi acuan bagi produk investasi milik VanEck, sebagaimana dikutip dari Stockbit, Senin (16/3/2026), dengan perubahan komposisi efektif mulai 20 Maret 2026.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Melemah ke 7.097, Seluruh Sektor di Zona Merah

Respons pasar terhadap kabar inklusi indeks ini cukup beragam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.32 WIB, EMAS melesat 9,09 persen ke Rp8.400 per unit, ARCI naik 1,56 persen ke Rp1.625 per unit, sementara PSAB justru turun 1,22 persen ke Rp484 per unit.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp2.992.000 per Gram

Masuknya ketiga saham ke dalam GDXJ diperkirakan dapat meningkatkan visibilitas mereka di mata investor global, mengingat indeks ini menjadi acuan bagi berbagai produk investasi yang menyorot perusahaan tambang emas berkapitalisasi menengah dan kecil.

Selain evaluasi GDXJ, MVIS juga meninjau MVIS Global Gold Miners Index (GDX).

Baca Juga:
Bursa Asia Melemah di Awal Pekan, Perang Iran Dorong Harga Minyak Bergejolak

Pengumuman evaluasi konstituen berikutnya untuk indeks tersebut dijadwalkan pada 12 Juni 2026 dengan tanggal efektif 19 Juni 2026, sedangkan untuk GDXJ akan dirilis pada 11 September 2026 dengan perubahan efektif mulai 18 September 2026.

Secara umum, pasar saham global, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tengah mengalami tekanan akibat memanasnya konflik di Iran.

IHSG bahkan melemah tajam sekitar 15 persen dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di bawah level 7.000, tepatnya 6.951 pagi ini.

Tekanan ini juga diperkuat oleh sorotan lembaga pemeringkat terkait outlook Indonesia serta penantian investor atas pengumuman MSCI mengenai isu investabilitas pasar saham domestik. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik Lebaran 2026 Pakai Mobil Listrik? Ini Daftar Rest Area Tol Trans-Jawa yang Punya SPKLU
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Kebakaran Kios Merembet ke 3 Rumah Warga di Cakung, Damkar Kerahkan 14 Unit Mobil Pemadam
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Berencana Galang Koalisi Global Amankan Jalur Minyak Dunia
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Trump Klaim Iran Ingin Bernegosiasi, tapi AS Menolak karena Tak Untung
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Era Manufaktur Digital, Teknologi 3D Printing Peluang Emas bagi UMKM dan Kreator
• 46 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.