Truk Bermuatan Hebel Terguling di Gatot Subroto Diduga karena Pecah Ban

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah truk bermuatan batu hebel terguling di Jalan Gatot Subroto arah Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin (16/3/2026) pagi. Peristiwa ini sempat memicu kemacetan panjang di kawasan tersebut.

Anggota Tim Mandala Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Briptu Yudha Prasetya mengatakan, truk tersebut terguling setelah mengalami pecah ban yang diduga dipicu oleh muatan berlebih.

“Akhirnya terjadilah hebelnya berantakan di ruas jalan arah timur, depan kantor Kemnaker,” kata Yudha kepada Kompas.com di lokasi, Senin.

Baca juga: Batu Hebel Berserakan di Jalan Gatot Subroto, Lalu Lintas Arah Pancoran Macet

Material batu hebel yang berserakan di badan jalan menyebabkan penyempitan lajur kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas dari arah Kuningan hingga Semanggi.

Usai kejadian, truk tersebut langsung dievakuasi menggunakan mobil derek milik Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

Kendaraan itu kemudian dibawa ke kantor Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut.

“Selanjutnya diserahkan ke pihak Laka untuk parkir di Laka Gakkum, sopirnya juga ikut untuk diminta keterangan administrasi kendaraan,” jelas Yudha.

Menurut Yudha, insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Polisi tidak menemukan indikasi pengemudi mengantuk atau faktor lain yang memicu kecelakaan.

Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto sempat mengalami kepadatan cukup panjang.

Petugas PPSU bersama Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan bahu-membahu mengevakuasi batu hebel yang berserakan di badan jalan.

Baca juga: Sopir Truk Sebut Macet Parah di Tanjung Priok Bukan karena Lonjakan Aktivitas Pelabuhan

Sekitar pukul 09.05 WIB, seluruh material batu hebel berhasil dipindahkan ke trotoar untuk kemudian diangkut. Setelah proses pembersihan selesai, arus lalu lintas di lokasi mulai berangsur normal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Tadinya yang cuma bisa satu jalur sekarang sudah bisa dua jalur. Mungkin selanjutnya sebentar lagi bisa tiga dan empat, dan pulih normal kembali,” kata Yudha.

Seiring dengan lancarnya kembali arus kendaraan, suara klakson yang sebelumnya terdengar bersahutan juga mulai berkurang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Cari Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dari Barang Bukti
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
AC Milan Kena Mental di Olimpico, Allegri: Fokus Liga Champions atau Semuanya Hancur
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Gede Pasek Suardika Selamat dari Kecelakaan, Ungkap Kronologi Mobil Diseruduk Bus Ugal-ugal di Tol
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Rey Bong Bongkar Peran Orang Tua dalam Hidupnya, dari Pacaran hingga Karir
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Mantan Manajer Tegaskan Kegagalan di Seri Pembuka MotoGP 2026 Bukan Masalah Serius bagi Ducati
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.