Sekolah Rakyat Bawa Harapan Baru bagi Anak dan Keluarga Megawati

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Di sebuah rumah sederhana di tepi Sungai Barito, Desa Bahalayung, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala, tersimpan harapan besar sebuah keluarga untuk masa depan anak mereka.

Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah menjadi titik balik bagi keluarga Megawati (43), yang selama ini berjuang di tengah keterbatasan ekonomi.

Megawati merupakan ibu dari Kholemy Almu Dhatser (15), siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 20 Banjarbaru. Bersama suaminya, Abdullah (50), mereka berupaya keras agar anak-anaknya tetap dapat mengenyam pendidikan meskipun hidup dalam kondisi serba terbatas.

Keluarga ini tinggal di rumah sederhana bercat hijau bersama sembilan anak mereka. Berbagai kesulitan hidup harus mereka hadapi, termasuk keterbatasan makanan dan penghasilan yang tidak menentu.

Megawati mengaku pernah menjalani sahur Ramadan hanya dengan nasi dan garam bersama keluarganya.

“Ketika sahur kemarin, kami sekeluarga hanya makan nasi dengan lauk garam. Anak-anak tetap berpuasa, tetapi siangnya anak kembar kami sudah tidak kuat lagi dan terpaksa berbuka hanya dengan minum air putih karena tidak ada makanan di rumah,” ungkap Megawati, dikutip dari laman resmi Kemensos, Senin, 16 Maret 2026.

Abdullah bekerja sebagai pencari ikan di pematang sawah dengan penghasilan sekitar Rp80 ribu per hari. Namun pendapatan tersebut tidak selalu pasti karena sangat bergantung pada musim dan kondisi alam.

Penghasilan dari menjual ikan sebagian besar digunakan untuk membeli beras, sementara sisa tangkapan ikan menjadi lauk yang dibagi untuk seluruh anggota keluarga.

“Beras satu liter dibagi untuk 11 orang. Kadang tidak ada lauk, hanya garam. Saya bilang ke anak-anak, sabar ya menunggu ayah pulang dari mencari ikan,” ujar Megawati.

Untuk membantu perekonomian keluarga, Megawati juga bekerja sebagai buruh harian lepas membersihkan lahan sawah dengan upah sekitar Rp50 ribu per hari. Namun pekerjaan tersebut hanya tersedia pada musim tanam atau panen.

Kesulitan ekonomi juga membuat keluarga ini pernah hidup tanpa listrik selama tiga hari karena tidak memiliki uang untuk membeli pulsa listrik.

“Pernah tiga hari rumah kami gelap karena tidak bisa membeli pulsa listrik,” katanya.

Megawati juga harus berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk membeli stok dagangan karena tidak memiliki kendaraan.

“Saya pernah membawa barang dagangan sambil berjalan kaki. Ada orang bertanya apakah tidak capek, tapi mau bagaimana lagi, kami tidak punya motor,” tuturnya.

Harapan baru mulai muncul ketika Kementerian Sosial melalui Unit Pelaksana Teknis Sentra Budi Luhur Banjarbaru memberikan bantuan kewirausahaan berupa usaha warung kelontong dan ternak ayam.

Bantuan tersebut menjadi titik awal bagi Megawati untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

“Setelah menerima bantuan ini rasanya seperti hidup kembali, ibarat pohon yang lama layu disiram hingga mekar kembali,” ujarnya.

Sejak menerima bantuan tersebut pada awal Maret, Megawati mengaku telah memperoleh omzet sekitar Rp400 ribu dari usaha kelontong yang dijalankannya. Sebagian penghasilan digunakan untuk kebutuhan makan keluarga dan sisanya diputar kembali sebagai modal usaha.

Selain itu, bantuan ternak ayam juga diharapkan dapat menambah sumber penghasilan keluarga di masa mendatang.

Program Sekolah Rakyat sendiri memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan. Bagi Megawati, program ini menjadi harapan besar agar anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

“Saya melihat Kholemy bisa sekolah di SR rasanya sangat bahagia. Beban kami terasa lebih ringan. Kalau tidak ada program ini mungkin anak saya sudah putus sekolah,” katanya.

Kholemy sebelumnya sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena keterbatasan biaya. Selama masa tersebut, ia bekerja sebagai buruh harian lepas, termasuk menjadi kuli angkut sawit untuk membantu perekonomian keluarga.

Kini, melalui program Sekolah Rakyat, Kholemy kembali melanjutkan pendidikannya dengan harapan dapat memperbaiki masa depan dan mengangkat kondisi ekonomi keluarganya.

Bagi Megawati dan keluarganya, bantuan usaha dan kesempatan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat menjadi secercah harapan baru untuk keluar dari jerat kemiskinan dan menata masa depan yang lebih baik.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Makanan Sehat yang Bisa Mencerahkan Kulit
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Zelensky Tiba-Tiba Minta Dukungan Uang dan Teknologi, Ada Apa?
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Perkara Sebabkan Rasulullah Menangis
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Antisipasi Kebutuhan Nasabah, BSN Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Roy Suryo Cs Diminta Ajukan Restorative Justice! Diming-imingi Pekerjaan dan Umrah Gratis, hingga Isu Penangkapan
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.