CEO Grup HSBC: Perbankan di antara Perdagangan dan AI (2/2)

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

Dalam bagian pertama, Group CEO HSBC Georges Elhedery telah mengungkapkan berbagai pandangannya mengenai potensi ekonomi kawasan ASEAN dan Indonesia di tengah turbulensi ekonomi global. Ada tantangan, ada peluang. Namun Asia, terutama Indonesia, terlalu besar untuk tidak menjadi juara.

Pada bagian dua ini, ia memberikan pandangan tentang perkembangan sektor perdagangan Indonesia. Ia juga bercerita tentang tren perbankan ke depan, termasuk akal imitasi (AI) sebagai penentu arah perubahan. Ia juga memberikan perspektif tentang potensi Indonesia di rantai pasok kendaraan listrik global.

Harian Kompas mewawancarai Georges di Gedung HSBC Wealth Centre di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Berikut petikan bagian kedua.

Seberapa strategis posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan investasi regional ke depan?

Sebagian besar investasi langsung global ditujukan untuk membangun kapasitas pasar lokal dan mendukung kemampuan Indonesia dalam ekspor. Jadi, sektor perdagangan akan menjadi sangat penting, dimulai dari pertumbuhan ekspor manufaktur.

Kedua, jika ekonomi Indonesia bertumbuh, katakanlah 5-6 persen dalam lima tahun ke depan, daya beli masyarakat tumbuh pesat. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar keempat di dunia. Jika pertumbuhan itu mendorong daya beli masyarakat di Indonesia lebih besar, permintaan impor pun akan meningkat.

Dengan demikian, sektor perdagangan di Indonesia dapat menjadi bisnis yang didorong oleh ekspor dan juga impor. Bagi kami, ini sangat kritis. Maksud saya, kami adalah yang terbesar, kami sekarang telah menjadi bank perdagangan nomor satu di Indonesia selama tiga tahun. Kami tentu akan berada di barisan terdepan dalam mendukung nasabah kami untuk menangkap peluang besar ini.

Bagaimana HSBC akan memfasilitasi peluang tersebut ketika ada tantangan eksternal, seperti penerapan tarif Trump?

Kebijakan tarif bukanlah hal baru dalam perdagangan. Kami selalu belajar beroperasi di dunia dengan berbagai bentuk tarif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, pertama, ekspor dari Asia mencapai rekor pada 2025, meski ada kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Jadi, semua negara di Asia tetap mendapat manfaat dari peningkatan pengiriman. Itu satu hal positif.

Kedua, Asia membeli dari Asia. Pertumbuhan perdagangan di dalam Asia, seperti Indonesia dengan ASEAN, ASEAN dengan China, Indonesia dengan Asia secara keseluruhan telah tumbuh dua digit. Perkiraan kami tumbuh di kisaran 20-30 persen. Perdagangan antara ASEAN dan China tumbuh di atas 30 persen. Ini menunjukkan ketahanan yang besar dalam perdagangan.

Perdagangan antara Indonesia dengan AS mungkin akan berkurang, tetapi porsi perdagangan Indonesia dengan AS hanya 5 peren dari total perdagangan Indonesia. Meski nantinya akan berkurang, ada begitu banyak sektor lain yang tumbuh yang kami lihat sebagai peluang, dan saya yakin secara keseluruhan ini tetap akan menjadi peluang pertumbuhan di bidang perdagangan ini.

Indonesia kini menjadi pemain kunci dalam rantai pasok nikel dan baterai kendaraan listrik global. Bagaimana Anda melihat potensi pembiayaan sektor ini, dan seberapa besar peluang-tantangan Indonesia bisa menjadi pemain penting dalam industri EV global?

Indonesia telah menjadi eksportir utama, yang sebagian besar masih di bidang ekstraksi dan pertambangan, pertanian, atau minyak dan gas. Namun, Indonesia sedang berkembang sebagai eksportir barang manufaktur yang lebih kompleks atau canggih. Pertumbuhannya masih relatif kecil.

Ini merupakan peluang investasi besar bagi Indonesia karena sebagian bahan baku tersedia di sini. Begitu pula dengan kemampuan produksinya, seperti untuk kendaraan listrik (EV), baterai, serta barang-barang listrik lainnya, termasuk elektronik.

Kami adalah industri yang memiliki aturan ketat. Dengan kemunculan AI generatif, kami masih tetap akan mengandalkan manusia, karena kami membutuhkan keamanan dan keselamatan. Dalam hal ini, manusia bertanggung jawab untuk membuat penilaian dan mengambil keputusan.

Kemampuan tersebut sudah ada di lapangan. Namun kini membutuhkan skala yang lebih besar. Skala tersebut akan tercapai melalui investasi lebih besar dan penciptaan lapangan kerja. Saya yakin transisi ini masih berlangsung, dan kami meyakini ini merupakan salah satu peluang pertumbuhan terbesar.

Baik bagi perusahaan multinasional kami maupun bagi perekonomian Indonesia, investasi tersebut akan sangat membantu. Ini tentu saja akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan yang lebih tinggi karena kita berbicara tentang barang-barang yang lebih canggih. Jadi, hal ini akan sangat menguntungkan dan memiliki nilai tambah yang tinggi bagi Indonesia.

Sebagai bank internasional, bagaimana HSBC melihat arah bisnis perbankan di masa depan?

Saya pikir pergeseran (perbankan) terbesar akan didorong oleh teknologi, khususnya dengan kemunculan akal imitasi (AI) generatif. Kami adalah industri yang memiliki aturan ketat. Dengan kemunculan AI generatif, kami masih tetap akan mengandalkan manusia, karena kami membutuhkan keamanan dan keselamatan. Dalam hal ini, manusia bertanggung jawab untuk membuat penilaian dan mengambil keputusan.

Di sisi lain, AI generatif juga dapat memungkinkan kita di sektor perbankan untuk menghadirkan terobosan besar dalam menyediakan layanan perbankan secara personal, dalam skala besar, dan secara real-time. Bayangkan setiap nasabah dapat menyelesaikan proses administrasi (onboarding) secara real-time.

Selain itu, nasabah juga bisa mendapatkan saran investasi yang disesuaikan dengan selera risiko, aspirasi, dan kebutuhan spesifik mereka. Namun, semua proses tersebut tetap selaras dengan pandangan bank, karena kita memberikan riset kami kepada AI generatif.

Menurut saya, layanan perbankan dapat menjadi sangat mulus. Jadi, ini benar-benar personalisasi dalam skala besar dan secara real-time yang dapat diberikan oleh AI generatif kepada kita, dengan selalu disertai penilaian manusia, pengambilan keputusan manusia, dan pertanggungjawaban manusia.

Terkait perkembangan AI, seperti apa strategi yang disiapkan oleh HSBC?

Kami memiliki strategi yang sangat jelas dan matang dalam hal AI. Strategi ini mencakup tiga aspek. Aspek pertama adalah memastikan AI dapat diakses oleh seluruh mitra kami, mulai dari produktivitas, bantuan pemrograman, manajemen pengetahuan, hingga saran di berbagai bidang, seperti hukum atau manajemen kekayaan.

Dengan demikian, setiap mitra kami dapat memanfaatkan AI secara langsung. Jika setiap mitra kami dapat 20 persen lebih produktif, lebih berdaya, dan lebih terampil, bank pun 20 persen lebih berdaya. Itu poin pertama.

Poin kedua, kami menggunakan AI generatif untuk merombak proses dan prosedur administrasi kami. AI generatif memungkinkan kami menyederhanakan proses dan prosedur yang kompleks, yang berarti bank dapat menjadi jauh lebih efisien, lebih mudah, dan lebih cepat, karena proses-proses ini akan menjadi jauh lebih sederhana.

Kami melakukannya dengan aman dan terjamin, dengan selalu melibatkan keputusan manusia, penilaian manusia, dan pertanggungjawaban manusia.

Poin ketiga adalah menggunakan AI untuk mitra kerja yang berinteraksi langsung dengan nasabah, agar mereka dapat memberikan saran yang dipersonalisasi secara massal. Jadi, itu bisa berupa saran pengelolaan kekayaan, atau mempercepat proses pengajuan kartu kredit.

Saat ini kami akan melibatkan mitra untuk menggunakannya. Namun di masa depan, AI dapat digunakan langsung oleh klien. Itulah tiga bidang yang sedang kami kembangkan. Namun, kami melakukannya dengan aman dan terjamin, dengan selalu melibatkan keputusan manusia, penilaian manusia, dan pertanggungjawaban manusia.

Serial Artikel

Teknologi ”Cloud” Diprediksi Jadi Masa Depan Perbankan

Layanan perbankan digital ke depan diprediksi akan tanpa kantor dan pertemuan fisik. Ini ditopang oleh penggunaan teknologi komputasi awan atau ”cloud”.

Baca Artikel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Helm Diduga Milik Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Teringgal di Lokasi Kejadian
• 3 jam laludisway.id
thumb
Terima Kasih Jay Idzes dan Emil Audero, Timnas Indonesia Kini Jadi Sorotan Media Italia Jelang FIFA Series 2026
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
DKI Serahkan 26 Rumah Hasil Bedah Rumah, Warga Dibiayai Kos Selama Renovasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kondisi Terbaru Aktivis KontraS Andie Yunus usai Disiram Air Keras, Ini Luka yang Paling Serius
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Komisi III DPR Desak Polri Bongkar Aktor di Balik Serangan Aktivis Kontras
• 4 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.