Roma, VIVA – Ambisi AC Milan untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan, harus kandas di ibu kota. Bertandang ke Stadion Olimpico pada pekan ke-29 Liga Italia Serie A, Minggu waktu setempat, tim berjuluk Rossoneri itu dipaksa menyerah 0-1 oleh tuan rumah Lazio.
Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Sia-sia
Sejak awal laga, AC Milan sebenarnya mengambil inisiatif menyerang. Peluang emas pertama datang melalui sundulan Pervis Estupinan, namun sayang bola masih melebar dari sasaran. Lazio tidak tinggal diam; mereka membalas lewat tembakan Kenneth Taylor yang hampir saja berbuah gol jika tidak membentur mistar gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27. Penyerang muda Lazio, Gustav Isaksen, berhasil mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa I Biancocelesti unggul 1-0. Lazio bahkan nyaris menggandakan keunggulan melalui Daniel Maldini, namun refleks cepat Mike Maignan di bawah mistar Milan berhasil menggagalkannya.
Tembok Kokoh Edoardo Motta
Memasuki babak kedua, AC Milan tampil lebih agresif guna mencari gol penyeimbang. Sederet peluang tercipta melalui aksi Christian Pulisic dan Youssouf Fofana. Namun, penampilan gemilang kiper Lazio, Edoardo Motta, menjadi mimpi buruk bagi lini depan Milan. Motta berkali-kali melakukan penyelamatan krusial yang menjaga kesucian gawang tuan rumah.
Di sisa waktu pertandingan, pemain veteran Luka Modric juga sempat melepaskan tembakan spekulasi, namun bola masih melambung tipis di atas mistar. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Lazio tetap bertahan.
Implikasi Klasemen
Kekalahan ini menjadi kerugian besar bagi AC Milan dalam perburuan gelar juara:
AC Milan: Tertahan di posisi kedua dengan 60 poin, kini berjarak delapan poin dari Inter Milan yang kokoh di puncak.
Lazio: Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke peringkat sembilan dengan koleksi 40 poin, terpaut 11 poin dari zona kompetisi Eropa.
Analisis Singkat: Meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, penyelesaian akhir yang kurang klinis serta performa apik kiper lawan menjadi penyebab utama kegagalan Milan membawa pulang poin dari Roma.




