Souza kritik kondisi lapangan JIS usai Persija ditahan imbang Dewa 

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengkritik kondisi lapangan Jakarta International Stadium ((JIS) yang dinilainya tidak mendukung permainan tim asuhannya setelah Macan Kemayoran ditahan imbang dengan skor 1-1 oleh tamunya Dewa United pada pertandingan BRI Super League di stadion tersebut, Minggu.

Souza menilai kualitas lapangan sangat memengaruhi jalannya pertandingan sehingga kedua tim kesulitan menampilkan permainan teknis.

“Menurut saya, pertandingan ini secara teknis sangat buruk. Jika dianalisis, hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim,” kata Souza dalam jumpa pers usai pertandingan.

Pada pertandingan itu, Persija unggul terlebih dahulu melalui gol Maxwell menjelang turun minum. Namun Dewa mampu menyamakan kedudukan lewat gol Alexis Messidoro pada awal babak kedua.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, kondisi rumput yang buruk membuat timnya tidak dapat menjalankan pola permainan yang mengandalkan umpan pendek dan tempo cepat.

“Lapangan tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik,” ujarnya.

​​​​​​​Souza menilai situasi tersebut membuat Persija kesulitan membangun serangan meski memiliki pemain dengan kualitas teknik yang baik.

Baca juga: Dewa United tahan imbang tuan rumah Persija Jakarta1-1

Ia juga menyoroti catatan hasil timnya di stadion tersebut. Menurutnya, Persija justru kehilangan sejumlah poin penting saat bermain di kandang sendiri.

“Di sini kami kehilangan poin saat melawan Bali (United, imbang 1-1), Malut (United, imbang 1-1), dan sekarang Dewa. Total ada enam poin yang tertinggal di JIS,” kata Souza.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan performa tim saat bermain tandang, ketika Persija mampu meraih kemenangan atas lawan-lawan yang sama.

Selain faktor lapangan, Souza juga menilai gol yang dicetak Dewa United berawal dari kesalahan pengambilan keputusan pemain Persija dalam situasi akhir pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa bola seharusnya dibuang jauh dari area permainan untuk meredam tekanan lawan. Namun bola justru kembali diarahkan ke area tengah sehingga memberi kesempatan bagi lawan melakukan serangan balik.

“Bola ada di kaki pemain kami. Seharusnya bola dibuang ke belakang atau keluar lapangan, tetapi justru dimasukkan kembali ke duel. Dari situ mereka melakukan serangan balik empat lawan tiga dan akhirnya mencetak gol,” ujarnya.

Dengan hasil itu, Persija tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 52 poin, dan gagal menempel pemuncak klasemen Persib Bandung (58 poin) dan tim peringkat kedua Borneo FC (54 poin). Laga Borneo menjamu Persib dimainkan pada saat yang bersamaan dan berakhir imbang 1-1.

Baca juga: Peralta selamatkan Borneo FC dari kekalahan lawan Persib Bandung


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Integrasi Sistem BPJS Percepat Penanganan Kasus Kecelakaan Kerja bagi Pekerja 
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Sambut Idulfitri, Ketua DPD RI Hadiri Silaturahmi 1.000 Tunanetra se-Jabodetabek
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Mudik Dimulai, 459.570 Kendaraan Telah Meninggalkan Jakarta hingga Sabtu 15 Maret 2026
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Diduga Peras Tersangka Ratusan Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Sebut Banyak Negara Siap Kirim Kapal Perang untuk Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.