Bisnis.com, JAKARTA — Sistem kemudi mobil yang ringan dan responsif didukung oleh sejumlah komponen penting, salah satunya oli power steering. Namun, perawatan komponen ini masih kerap diabaikan oleh pemilik kendaraan yang umumnya lebih fokus pada penggantian oli mesin.
Padahal, penggantian oli power steering secara berkala diperlukan untuk menjaga kinerja sistem kemudi tetap optimal. Jika terlalu lama tidak diganti, setir dapat terasa lebih berat, muncul bunyi dengung saat diputar, hingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada pompa power steering.
Oli power steering merupakan cairan hidrolik yang berfungsi membantu sistem kemudi agar setir lebih ringan saat diputar. Cairan ini bekerja dengan menciptakan tekanan pada sistem hidrolik sehingga pengemudi tidak perlu mengeluarkan tenaga besar, terutama ketika parkir atau bermanuver pada kecepatan rendah.
Selain itu, oli power steering memiliki tingkat kekentalan yang berbeda-beda sehingga pengguna kendaraan perlu menyesuaikannya dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.
Pada mobil modern, sistem power steering umumnya terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain pompa power steering, reservoir atau tabung oli, selang tekanan tinggi dan rendah, serta rack steer. Apabila kondisi oli pada sistem tersebut kotor atau volumenya berkurang, performa kemudi dapat menurun secara signifikan.
Secara umum, penggantian oli power steering direkomendasikan setiap 40.000 hingga 80.000 kilometer, tergantung pada jenis kendaraan serta rekomendasi pabrikan. Sejumlah produsen mobil biasanya mencantumkan interval penggantian tersebut dalam buku servis kendaraan.
Kendati demikian, selain mengacu pada jarak tempuh, terdapat beberapa indikasi bahwa oli power steering perlu segera diganti. Mengacu pada laman resmi Daihatsu, berikut tanda-tanda oli power steering perlu segera diganti.
Tanda-Tanda Oli Power Steering Harus Diganti 1. Setir Terasa Lebih BeratJika setir terasa lebih berat dibandingkan kondisi normal, terutama saat parkir atau melakukan putar balik, kondisi ini dapat menjadi indikasi bahwa kualitas oli power steering sudah menurun atau volumenya berkurang.
2. Muncul Bunyi Dengung Saat Setir DiputarSuara dengung atau mendesing dari area mesin ketika setir diputar dapat menandakan tekanan hidrolik tidak bekerja secara optimal. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh oli yang sudah kotor atau terlalu encer.
3. Warna Oli MenghitamOli power steering yang masih dalam kondisi baik biasanya berwarna merah atau relatif bening tergantung jenisnya. Apabila warnanya berubah menjadi cokelat gelap atau hitam, hal tersebut menandakan oli telah terkontaminasi dan perlu segera diganti.
4. Tercium Bau TerbakarAroma terbakar dapat muncul ketika oli mengalami panas berlebih atau overheat. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena berpotensi merusak komponen pompa power steering.
5. Terjadi KebocoranApabila ditemukan noda oli di bawah kendaraan, pemilik mobil disarankan segera memeriksa sistem power steering. Kekurangan cairan dapat mempercepat keausan komponen pada sistem tersebut.
Risiko Jika Terlambat Mengganti Oli Power SteeringMenunda penggantian oli power steering dapat menimbulkan sejumlah risiko pada kendaraan, di antaranya kerusakan pompa power steering, meningkatnya biaya perbaikan, kemudi yang tidak stabil, serta meningkatnya potensi kecelakaan.
Karena itu, apabila kondisi oli terlihat kotor atau volumenya berkurang secara signifikan, pemilik kendaraan sebaiknya segera melakukan penggantian.
Tips Aman Saat Mengganti Oli Power SteeringAgar proses penggantian berjalan optimal, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan agar tingkat kekentalannya sesuai dengan kebutuhan sistem.
2. Hindari mencampur jenis oli yang berbeda karena dapat memengaruhi kinerja sistem hidrolik.
3. Lakukan flushing apabila kondisi oli sudah sangat kotor agar sisa endapan dapat dibersihkan.
4. Periksa juga kondisi selang dan pompa untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sistem.
Untuk hasil yang optimal, penggantian oli power steering sebaiknya dilakukan di bengkel terpercaya agar sistem benar-benar bersih dari sisa kotoran.





