Pusaran Perebutan Kekuasaan di Zhongnanhai Hampir Mencapai Puncaknya : Nasib Zhong Shaojun, Orang Kepercayaan Xi Jinping Diselimuti Misteri

erabaru.net
18 jam lalu
Cover Berita

Setelah Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok, banyak jenderal senior militer PKT berturut-turut diselidiki atau menghilang. Hal ini menunjukkan bahwa konflik internal di tingkat tinggi Partai Komunis Tiongkok semakin mendekati titik kritis. Di sisi lain, tiga tokoh yang selama ini menjadi “pengelola utama” Xi Jinping di militer juga satu per satu tersandung masalah. Salah satunya adalah mantan Direktur Kantor Komisi Militer Pusat, Zhong Shaojun, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

EtIndonesia. Pada sidang “Dua Sesi” (Lianghui) tahun ini, jumlah delegasi Tentara Pembebasan Rakyat dan Polisi Bersenjata dalam Kongres Rakyat Nasional telah berkurang dari 281 orang pada awal masa jabatan menjadi hanya 243 orang, berkurang 38 orang. Bahkan dari 243 orang yang terdaftar, tidak semuanya hadir. Sebagian di antaranya diketahui sedang menjalani penyelidikan sehingga tidak dapat muncul di depan publik meskipun status delegasi mereka belum dicabut.

Hingga saat ini, terdapat 36 perwira tinggi militer yang secara resmi dicabut statusnya sebagai anggota Kongres Rakyat Nasional ke-14, termasuk 16 jenderal penuh, 14 letnan jenderal, dan 6 mayor jenderal.

Pada 7 Maret, pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping menghadiri rapat delegasi militer dan polisi bersenjata. Rekaman televisi CCTV menunjukkan bahwa di lokasi hanya hadir 4 jenderal aktif dan 2 jenderal pensiunan.

Beberapa jenderal yang juga merupakan anggota Kongres Rakyat Nasional tidak terlihat hadir, termasuk:

Media Hong Kong Ming Pao melaporkan bahwa ketidakhadiran delapan jenderal tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa mereka telah “terkena masalah”, dan kemungkinan besar akan kehilangan status sebagai delegasi Kongres Rakyat Nasional.

Sebuah laporan dari Center for Strategic and International Studies yang dirilis pada 24 Februari menyebutkan bahwa sejak 2022 sudah ada 36 jenderal dan letnan jenderal militer Tiongkok yang dibersihkan, sementara 65 perwira lainnya menghilang atau diduga telah disingkirkan. Jika menghitung jabatan yang dibersihkan berulang kali, sekitar 52% dari 176 posisi kepemimpinan tertinggi dalam militer PKT kemungkinan telah diganti.

Pada Kongres Nasional ke-20 tahun 2022, Komisi Militer Pusat terdiri dari 7 orang. Namun hingga 2026 hanya tersisa Xi Jinping dan Zhang Shengmin. Tokoh lain seperti Zhang Youxia, He Weidong, Li Shangfu, Miao Hua, dan Liu Zhenli telah diselidiki atau tersandung kasus.

Sejak Xi Jinping berkuasa pada November 2012, ada tiga tokoh penting yang dikenal sebagai “sekretaris utama militer” di lingkarannya:

Sejak 2024 beredar berbagai rumor bahwa ketiganya tersandung masalah. Hingga kini hanya kasus Qin Shengxiang yang secara resmi dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok.

Komentator politik independen Cai Shenkun pada 13 Maret menulis di platform X bahwa Zhong Shaojun, yang selama ini sering tampil dominan dalam berbagai rapat militer, akhirnya menghilang. Sebagai mata dan pengawas Xi Jinping di militer, karier militer dan politiknya kemungkinan sudah berakhir.

Menurut Cai Shenkun, ketika kasus He Weidong, Miao Hua, dan Zhang Youxia terus berkembang, masalah Zhong Shaojun juga semakin terungkap. Xi Jinping awalnya menempatkannya untuk mengawasi militer, namun ia justru bergaul erat dengan para jenderal yang kemudian jatuh tersebut dan membentuk kelompok kepentingan yang kuat.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam proses pemilihan dan promosi jenderal, Zhong Shaojun dan Miao Hua saling mendukung rekomendasi masing-masing. Banyak nama yang mereka setujui kemudian diajukan kepada Xi Jinping untuk dipromosikan. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi telah mempromosikan hampir 80 jenderal, tetapi kini tampaknya hanya sedikit yang tidak terlibat masalah.

Selain itu, penyelidikan terhadap Zhong Shaojun disebut menemukan berbagai kasus korupsi, termasuk bisnis “teh emas” yang dijalankan ibunya di Provinsi Zhejiang yang diduga menghasilkan keuntungan besar berkat koneksi politiknya.

Komentator politik Du Zheng sebelumnya menulis di media Taiwan bahwa Zhong Shaojun kemungkinan sudah ditangani secara rahasia.

Pada Januari lalu, dua jenderal tertinggi militer Tiongkok, Zhang Youxia dan Liu Zhenli, jatuh dari kekuasaan secara bersamaan, mengejutkan opini internasional. Peristiwa ini dianggap menandai bahwa pertarungan kekuasaan di tingkat tertinggi Partai Komunis Tiongkok telah benar-benar terbuka dan tidak lagi disembunyikan.

Komentator politik Xiao Yang juga menyatakan bahwa pembersihan di kalangan militer tingkat tinggi—terutama yang melibatkan wakil ketua Komisi Militer Pusat yang masih menjabat—menunjukkan sinyal berbahaya: perebutan kekuasaan di dalam kepemimpinan Partai Komunis telah mencapai tahap di mana kedua pihak tidak lagi bisa saling mentolerir.

Ketika sebuah rezim mulai saling mencurigai dan saling membersihkan di dalam kekuatan militer tertingginya, itu menunjukkan bahwa struktur kepercayaan di dalam kelompok penguasa telah runtuh sepenuhnya.

Du Zheng juga menilai bahwa sejumlah perwira di tingkat bawah di berbagai komando teater menjadi marah karena korupsi dan konflik internal di tingkat atas. Ketidakpuasan ini dapat menumpuk dan berpotensi memicu pemberontakan militer, terutama dalam situasi perang.

Jika pasukan yang bertugas melindungi ibu kota Beijing atau bahkan kompleks Zhongnanhai melakukan pemberontakan, maka hal itu dapat langsung mengancam posisi Xi Jinping. (Hui)

Zhongnanhai : Kantor pusat dan komplek partai komunis Tiongkok di Beijing


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antisipasi Dampak Global, OJK Tekankan Penguatan Mitigasi Risiko Asuransi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
2.351 Butir Obat Keras Disita dari Warung Pulsa dan Sembako, 3 Orang Ditangkap
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Lancarkan Arus Mudik, Pemprov Jabar Salurkan Kompensasi bagi Sopir Angkot-Delman
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
MBI Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Jalin Kerja Sama Mineral Kritis hingga Nuklir dengan Jepang
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.