Komnas HAM Belum Temukan Bukti Baru Selain Video CCTV Viral Kasus Andrie Yunus

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus tampaknya masih berjalan di tempat.

Meski rekaman CCTV yang memperlihatkan sosok dua terduga pelaku sudah telanjur viral dan menjadi konsumsi publik di jagat maya, Komnas HAM mengaku belum mengantongi bukti tambahan yang signifikan dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA:Streaming Manchester United vs Aston Villa di Liga Inggris 2025/26, KickOFF: 21.00 WIB

BACA JUGA:BNI hadirkan Diskon hingga Rp2 Juta di Berbagai Merchant Fashion Favorit Jelang Lebaran

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengonfirmasi bahwa sejauh ini pihaknya masih terus berproses untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.

Namun, ia tak menampik bahwa hingga saat ini timnya belum menemukan amunisi bukti baru untuk memperkuat konstruksi kasus tersebut.

"Belum, belum (ada bukti tambahan). Kita masih akan melakukan sejumlah hal untuk mendapatkan fakta, data, dan informasi terkait itu," ujar Anis saat dihubungi oleh redaksi Disway, Minggu 15 Maret 2026.

Publik sebelumnya sempat dihebohkan dengan potongan video CCTV yang memperlihatkan dua orang pria yang diduga kuat sebagai eksekutor penyiraman.

BACA JUGA:Wajah Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Viral, Komnas HAM: Penyelidikan Tak Berhenti di Dua Orang Itu

Menanggapi hal itu, Anis menegaskan bahwa urusan CCTV bukan sekadar melihat wajah yang terekam, melainkan analisis mendalam yang menjadi ranah kepolisian.

Ia pun melempar sinyal bahwa kasus ini mungkin lebih besar dari sekadar aksi kriminal biasa. Anis mendesak pihak kepolisian tidak hanya berhenti pada penangkapan dua orang di video tersebut, tetapi juga membongkar siapa sosok di balik layar.

"Mestinya itu bagian dari ruangnya kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan. Tidak hanya mengungkap siapa pelakunya, dua orang yang sudah beredar videonya, tetapi juga siapa sesungguhnya aktor intelektual di balik ini," tegas Anis.

Hambatan lain dalam pengungkapan kasus ini adalah kondisi kesehatan Andri Yunus yang belum stabil. Sebagai saksi kunci sekaligus korban, Andri hingga kini belum bisa memberikan keterangan resmi kepada penyelidik.

Menurut Anis, saat ini fokus utama adalah pemulihan medis korban yang tengah dirawat intensif di RSCM. Luka akibat siraman air keras tersebut dilaporkan cukup parah hingga mengharuskan adanya tindakan operasi pada bagian mata.

BACA JUGA:Men HAM Pigai: Pers dan Pemerintah Saling Mengisi, Jaga Independensi Sambil Kolaborasi

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
25 Persen Pendaftar Haji Gen Z dan Milenial, BPKH Dorong Konsep Green Hajj
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Google Rombak Aplikasi Maps, Tambah Sederet Fitur AI
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
ASDP Ingatkan Pemudik Telaga Punggur, Pesan Tiket di Ferizy, Jangan Lewat Calo
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Trump Ancam SerangLagi ke Pusat Minyak Iran
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menimbang Mediasi Indonesia Dalam Perang AS-Israel Vs Iran
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.