JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih melacak pelaku serta jenis kendaraan yang digunakan dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di wilayah Salemba, Jakarta Pusat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, proses pelacakan dilakukan berdasarkan hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperiksa melalui laboratorium forensik (labfor).
“Kalau kita melihat dari hasil analisa CCTV yang sudah dilakukan di lapangan oleh penyidik melalui laporan laboratorium forensik, ada dugaan dua pelaku (yang melakukan penyiraman) dan ini masih kita telusuri jenis kendaraan, pelat nomor kendaraan,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).
Baca juga: Kisah Sopir Bus Mudik 15 Tahun Antar Perantau Pulang Kampung: Sudah Panggilan Jiwa
Selain itu, penyidik juga menggunakan berbagai teknik penyelidikan lain untuk mengungkap kasus yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) tersebut.
Ke depan, polisi juga akan memeriksa dan meminta keterangan dari korban maupun rekan-rekannya setelah kondisi mereka dinilai lebih kondusif dan stabil.
Sambil menunggu proses tersebut, Polda Metro Jaya membuka posko pengaduan khusus terkait kasus ini di lobi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Polisi juga menyediakan jalur pelaporan cepat melalui Call Center 110 serta hotline 0812-8559-9191 yang dapat dihubungi masyarakat.
“Kami juga mengimbau apabila nanti rekan-rekan korban maupun korban sudah bisa kami mintai keterangan, memberikan keterangan, itu sangat membantu proses penyelidikan ini,” lanjut dia.
Sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam.
Baca juga: LPSK Beri Perlindungan Darurat dan Pengawalan di RSCM untuk Andrie Yunus
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat korban mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




