Cuaca Pelabuhan Tanjung Perak cukup terik saat KM Dorolonda dari Balikpapan terlihat di kejauhan. Sesuai jadwal, pukul 14.00, kapal dari Balikpapan tersebut akhirnya sandar, Kota Surabaya, Minggu (15/3/2026).
Kapal ini sebelumnya melayani rute dari Jayapura dan tiba di Tanjung Perak pada 11 Maret 2026, kemudian kapal Pelni tersebut melayani rute baru yaitu Balikpapan-Surabaya PP. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya pemudik dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Bagi banyak pemudik, dermaga Pelabuhan Tanjung Perak hanya perantara perjalanan panjang mereka untuk bermudik di kampung halaman. Selain pemudik asal Jawa Timur, banyak penumpang yang baru tiba merupakan warga luar provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga DKI Jakarta.
Di depan dermaga, puluhan puluhan mobil travel serta bus-bus antarkota antarprovinsi sudah menunggu saat ada kapal sandar di pelabuhan. Kendaraan tersebutlah yang akan menjadi moda tranportasi penyambung menuju kampung halaman di berbagai daerah di Jawa.
Salah satu penumpang, Iwan Alamsyah, yang bekerja di Balikpapan, terpaksa naik kapal karena kehabisan tiket pesawat. ”Ya namanya juga pegawai, nunggu cutinya di-approved, gak berani saya beli tiket jika belum di-approved. Pas di-approved tiket pesawat sudah habis, ya terpaksa naik kapal,”ujar Iwan yang akan berlebaran di Tanjung Priok, Jakarta.
Pemudik membawa gitar. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Tas kardus pemudik kapal. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Pemudik yang akan melanjutkan ke Bekasi, Jawa Barat. KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
“Sudah hampir dua tahun saya bekerja di Kalimantan, dan Lebaran tahun lalu saya masih bisa dapat pesawat, tapi kini kehabisan. Karena masih ada keluarga, ya harus mudiklah pas Lebaran. Sekalian melepas rindu,” ujar Iwan.
Iwan tidak sendiri, ikut serta bersamanya seorang tetangga di kampung halaman, Aris Munandau. “Kami ini sama-sama kerja di kapal, tapi saya kerja untuk kapal batubara di Berau. Jadi pas mudik ini saya juga tidak dapat tiket pesawat, jadi ya sama-sama naik kapal dari Balikpapan. Lumayan juga satu hari enam jam di laut,” ujar Aris sambil tertawa.
Mereka berencana melanjutkan perjalanan besok hari dengan kereta api. ”Tiketnya sudah ada, tinggal cari penginapan untuk menunggu keberangkatan,” kata Aris.
Penumpang lainnya adalah Ikhwan, yang bersama 12 rekannya akan melanjutkan perjalana ke Bekasi, Jawa Barat. ”Saya kerja proyek di Balikpapan, tapi saya belum menyiapkan rencana ke Bekasi naik apa. Nanti kami akan ke Terminal Bungurasih dulu, untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus. Ya mudah-mudahan diberi kemudahan. Masih panjang perjalanannya,” ujar Ikhwan sambil menunggu rekan-rekannya berkumpul.
Pada arus mudik kapal laut ini, Pelabuhan Tanjung Perak menjadi saksi perjuangan panjang ribuan perantau kembali menuju rumah tempat keluarga berada untuk berhari raya.
Selamat mudik dan semoga selamat sampai tujuan!





